Dinkes Turunkan Tim ke Lapangan Temuan Sampah Medis di Drainase

Angkut Sampah - Sejumlah anggota kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengangkut sampah dari tumpukan TPS ke truk sampah. Sampah mediS dibuang secara serempangan di parit. DEDI/HALUAN KEPRI

BATUAJI (HK) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam bergerak cepat temuan sampah medis yang dibuang sembarang di dalam parit perumahan Pandawa atau Genta I Batuaji. Salah satunya akan turun secepatnya ke lokasi guna melakukan penyelidikan atas temua berbahaya itu.

“Iya, saya sudah mengetahui kabar ini, dan kita akan turun ke lokasi menelusuri untuk menyelidiki sampah medis itu,” ujarnya Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi saat dihubungi awak media, Senin (8/4) siang.

Didi Kusmarjadi juga mengatakan, bahwa dirinya telah memerintahkan timnya dari Puskesmas untuk turun ke lokasi menyelidiki dan memastikan hal sampah medis tersebut.

Namun ia juga menyatakan, masih akan memastikan terlebih dahulu apakah itu merupakan sampah medis dan baru atau sudah lama. Kemudian akan menelusuri sumbernya dari lokasi terdekat apakah ada klinik atau praktek kedokteran atau bidan di sekitarnya.

“Nanti akan kita pastikan apakah mereka telah bekerjasama dengan pihak ketiga yang mengelola tata limbahnya apa belum. Karena setahu saya setiap klinik atau praktik dokter atau kebidanan seharusnya dalam pengajuan izin telah bekerja sama dengan pihak ke-3 dalam pengelolaan limbah,” jelasnya.

Ia pun tidak menampik adanya bahwa sejauh ini masih ada beberapa klinik swasta dan juga praktik izin kedokteran dan kebidanan yang masih belum memiliki kerjasama dengan pihak ke-3 dalam tata kelola limbah tersebut.

“Yang jelas sejak ditugaskan di Batam, saya telah membuat kesepakatan perihal tata kelola limbah atau sampah medis ini harus jelas. Misalnya bekerja sama dengan pihak ke-3, seperti Puskesmas sudah saya terapkan. Bedanya dengan klinik atau praktek. Karena ada yang sebelumnya telah memiliki izin, jadinya nantinya saat mereka perpanjang lagi baru kita wajibkan harus ada surat rekom dengan pihak ke-3 selaku pengelola limbahnya,” lanjutnya.

Perihal sampah medis di Batuaji, Didi mengatakan bahwa sebelumnya di daerah TPA punggur pernah ditemukan juga, namun saat dilacak keberadaan tak ditemukan.

“Punggur pernah kita temukan dan saat dilacak tak ketemu,” pungkasnya.

Sebelumnya, pembuangan sampah medis menjadi perhatian kusus warga sekitar Batuaji. Terutama hal ini diperparah dengan dibuangnya sampah tersebut ke area parit sekitar drainase induk Batuaji.

Diketahui sebelumnya saat satuan tugas (Satgas) pemantau drainase dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam yang turun membersihkan tumpukan sampah, pada Kamis (4/4) pagi kemarin. (ded)

(Visited 9 times, 1 visits today)