Sampah Medis Ditemukan di Parit

BATUAJI (HK) — Petugas kebersihan bersama warga menemukan sampah medis sengaja dibuang ke parit. Sampah berbahaya ini ditemukan bersama sampah rumah tangga lainnya yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat. Akibatnya, aliran parit di Genta Satu Muka Kuning, Batuaji, tersumbat.

“Sampah dari dalam drainase itu cukup banyak. Itu tandanya perhatian masyarakat akan kebersihan masih kurang. Parahnya, tidak hanya sampah biasa, sampah medis pun dibuang sembarangan,” ungkap warga setempat yang berinisial TN ke Haluan Kepri, Minggu (7/4) siang.

Padahal menurutnya, selama ini sering disosialisasikan kalau sampah medis tidak bisa dibuang sembarangan, karena berpotensi menimbuhkan efek samping seperti gatal dan lainnya.

Pantauan di lapangan, seperti terlihat di pembatas jalan R. Suprapto, Batuaji, tepatnya di depan Genta I Muka Kuning. Sampah menumpuk setelah dilakukan pengerukan oleh petugas kebersihan.

Antoni, warga perumahan Genta I mengatakan, kalau di dalam drainase utama Batuaji terdapat banyak dipenuhi sampah. Hingga akhirnya, petugas kebersihan harus melakukan pengorekan di dalam parit besar.

“Kemarin ada petugas yang membersihkan parit besar itu. Dari dalam paritnya ditemukan banyak sampah,” ujarnya.

Sampah yang mempersempit aliran air itu berasal dari beberapa titik lokasi di Batuaji. Kemudian sampah tersebut terbawa aliran air hingga menyumbat di dalam parit.

“Air di dalam parit berasal dari berbagai perumahan yang ada di Batuaji. Jadi kalau warga sembarang buang sampah, maka air tak akan mengalir tapi justru tersendat sehingga menjadi ancaman banjir,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, Camat Batuaji, Ridwan mengimbau masyatakatnya untuk tidak buang sampah sembarangan. Masyarakat juga harus mengaktifkan kembali budaya gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan masing-masing.

“Memang kesadaran masyarakat untuk jaga lingkungan masih minim. Ini yang selalu kami tekankan agar kita semua peduli dengan kebersihan dan kembali membudayakan gotong royong,” kata Ridwan dengan singkat.

Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi dari pihak terkait dan juga dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau lembaga berwenang lainnya. (ded)

(Visited 3 times, 1 visits today)