Warga Kampung Cunting Jaya Pertanyakan Penggusuran

Seorang warga Kampung Cunting Jaya menunjukkan surat peringatan terkait rencana penggusuran lokasi pemukiman warga.Foto:Dedy/Haluan Kepri

BATUAJI (HK)- Warga Kampung Cunting Jaya RT05/RW01 Kelurahan Tanjung Uncang mendatangi kantor lurah menanyakan perihal penggusuran tempat tinggal mereka, Senin (8/4) sekitar pukul 09.30 WIB.

Seorang warga Kampung Cunting Jaya menunjukkan surat peringatan terkait rencana penggusuran lokasi pemukiman warga.Foto:Dedy/Haluan Kepri

Warga kesal sebab tidak ada pemberitahuan rencana penggusuran rumah mereka. Bahkan sosialisasi pun tak ada hingga memberikan surat peringatan (SP) I dan II.

“Tak ada pernah sosialisasi untuk pembebasan lahan bang. Masa langsung main gusur aja,” kata Andi, warga Kampung Cunting.

Andi yang punya usaha warung itu juga menuturkan, parahnya lagi, ketua RW setempat dan Lurah Tanjung Uncang belum tahu adanya pembebasan lahan tersebut.

“Jadi sama sekali tak ada pemberitahuan kepada warga tentang pembebasan lahan tersebut,” ujar pria yang sudah 20 tahunan buka usaha di kampung itu

Diketahui jika lahan itu akan difungsikan untuk membangun hotel yang dikerjakan PT Sigma Aurora Property (SAB). Pihak perusahaan ngotot akan melakukan penggusuran menyusul sudah memiliki lahan nomor PL 218020210 tertanggal 24 Oktober 2018 silam.

Dalam surat pemberitahuan tersebut,  pihak PT SAP meminta agar dikosongkan tertanggal 30 April 2019 dengan ganti rugi uang paku sebesar Rp3.5 juta untuk bangunan layak huni.

Yanto, warga lainnya juga mengaku kecewa atas tindakan pihak perusahaan yang belum ada sosialisasi. Malah yang datang surat SP 1 dan 2. Kemudian untuk ganti rugi yang disebutkan itu kami warga tak terima. Warga maunya ganti rugi modal usaha warga yang berdagang dipinggir jalan tersebut.

“Terus terang kami tak terima uang ganti rugi pak. Maunya kami separuh lah dari modal usaha kami. Lagian mau kemana kami pindah lagi sementara dari awal tak ada pemberitahuan adanya pembebasan lahan,” tegasnya Yanto yang juga tinggal 7 tahun itu.

Sementara Lurah Tanjung Uncang, Anwaruddin mengatakan, jikalau kami hanya fasilitor saja untuk memediasi warga sekitar. Dan untuk tanggal 30 April mendatang yang dibuat oleh pihak perusahaan itu hanya batas pembayaran uang paku jika sudah ada kesepakatan.

Masih lanjutnya lagi, untuk pertemuan pihak perusahaan dengan warga masih ada. Bahkan masih dirundingkan lagi seperti apa permintaan warga sekitar.

“Masih dirundingkan lagi. Kemudian untuk tertanggal 30 April mendatang ini batas pembayaran uang paku. Bukan penggusurannya,” kata Anwaruddin.(ded)

(Visited 4 times, 1 visits today)