Kinerja Direktur PLN Batam Perlu Dievaluasi #Listrik Byar Pet Rugikan Masyarakat

BATAM (HK) – Kinerja Direktur Bright PLN Batam perlu dievaluasi oleh pemerintah dan instansi terkait lainnya atas kondisi listrik yang selalu byar pet dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut secara langsung telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kalangan dunia usaha.

“Evaluasi kinerja harus diperlukan. Hal itu agar pihak Bright PLN Batam dapat bekerja dengan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan listrik kepada konsumen sehingga kegaduhan yang terjadi di masyarakat bisa diminimalisir,” kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Budi Mardianto.

Budi menegaskan, masyarakat sebagai konsumen memiliki hak untuk mendapat pasokan listrik dari Bright PLN Batam. Maka, dengan adanya pemadaman secara tiba-tiba tersebut, tentu memangkas hak masyarakat terhadap pasokan listrik.

“Itu internal Bright PLN Batam ya. Jika mereka bisa bekerja dengan baik, ya tak perlu ada pergantian.Tapi kalau tidak, tentunya kinerja dan kebijakan di pimpinan PLN Batam harus dapat dievaluasi,” tegas Budi Mardianto, Minggu kemaren.

Menurut dia, dengan adanya pihak direksi Bright PLN Batam yang duduk di kursi pimpinan seharusnya Bright PLN Batam bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Kalau dari perspektif pada masyarakat selaku pihak konsumen, kami tidak peduli siapa yang duduk di kursi direktur. Tapi kami hanya fokus kepada kinerjanya,” jelas dia.

Dia menambahkan, pemadaman yang tiba-tiba menunjukkan layanan yang belum maksimal. Maka untuk mengatasinya ia menekankan perlu adanya satu evaluasi kinerja agar lebih baik lagi ke depannya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara BUMN, seharusnya melakukan evaluasi terkait kinerja PT PLN Batam dan kondisi kelistrikan sekarang ini.

Budi Mardianto menegaskan, pihak PT PLN Batam janganlah hanya pandai mencari untung semata tanpa memperhatikan pelayanan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kami tegaskan, PT PLN Batam jangan hanya mencari untung, sehingga tanggungjawabnya pada masyarakat tak sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Budi Mardianto.

Dikatakan Budi, pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini, menimbulkan kerugian yang besar di masyarakat Batam. Namun tak ada kebijakan dari pihak PLN Batam terhadap masalah yang ditimbulkan.

“Seharusnya, PT PLN Batam ini harus ada satu solusi. Sehingga, kerugian serta permasalahan yang terjadi di masyarakat ada jalan keluarnya. Artinya itu, Bright PLN Batam juga harus bisa mencarikan solusi terhadap kerugian masyarakat,” imbuh Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Menurut Budi, terhadap permasalahan yang dihadapi Bright PLN Batam tersebut, pemerintah harus hadir, agar permasalahan ini tertangani dengan baik.

“Bright PLN Batam ini kan representasi dari pemerintah. Maka jangan sampai suatu kepentingan masyarakat diabaikan,” paparnya.

Berbicara untung rugi, sebut Budi, itu harus lah di nomor sekian kan, sehingga masyarakat tak menjadi korban atas dampak yang disebabkan

“Sebenarnya, kalau dikaji-kaji, masalah byar pet tidak fair. Karena, hal ini bukan atas kesalahan masyarakat ataupun konsumen Bright PLN Batam,” ucap Anggota DPRD Batam.

Tetapi faktanya, imbuh Budi, itulah yang terjadi jika masyarakat terlambat membayar tagihan listrik satu hari, pastilah kena denda. “Bahkan jika sempat terlambat 2 hari, meteran listrik masyarakat lansung di segel. Sehingga gelap gulita,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Budi Mardianto meminta dengan tegas, agar PT PLN tidak lagi mencari-cari alasan menangani masalah pemadaman listrik tersebut. Sehingga masyarakat selalu menjadi korban.

“Secara pribadi, memang pihak Bright PLN Batam telah memberikan penjelasan kepada anggota DPRD. Tapi, secara tanggungjawab pelayanan publik tentu harus menjadi prioritas utamanya. Sehingga masyarakat tidak menyalahkan kami dan pemerintah, terkait dampak pemadaman listrik yang merugikan warga,” pungkas Budi.

Sebelumnya sejumlah warga Batam kecewa dengan Pelayanan Bright PLN Batam. Mereka kaget saat membayar tagihan listrik yang tetap membengkak, meskipun sering terjadi pemadaman listrik alias byar pet. Lamanya pemadaman rata-rata tiga jam.

Padahal, pemakaian arus listrik di rumah mereka tetap seperti biasa yakni 6 Ampre. Bahkan, untuk menghemat pemakaian listrik, mereka terkadang mengurangi pemakaian alat elektronik seperti mesin cuci dan memilih mencuci secara manual.

Seperti diungkapkan Diki, warga Batuaji yang mengaku kaget melihat tagihan listriknya membengkak hingga Rp658.000 pada tanggal 20 Maret ini. Padahal sebelumnya tidak sampai sebanyak itu.

“Sejak tahun 2018, tagihan listrik kami terus membengkak. Padahal, biasanya setiap bulan itu kami hanya membayar sekitar Rp.350 ribu,” kata Diki.

Bulan sebelumnya (Februari), lanjut dia, tagihan listrik yang harus dibayarnya sebesar Rp.632.000. Jika dibandingkan dengan tagihan Maret terjadi selisih sebesar Rp.26.000.

“Dulu, tagihan listrik 6 ampr ini paling besar itu Rp.250 hingga Rp.350 ribu per bulan. Tapi sekarang, membengkak dua kali lipat, ” papar Diki, sedih.

Tapi semahal apa pun tagihan listriknya, mantan pekerja galangan kapal ini, tetap membayarnya. Hanya saja yang membuat dia heran, listrik sering padam, sementara tagihan listrik bukannya turun, justru meningkat dari bulan ke bulan.

” Yang membuat kita miris, ketika kita terlambat sehari saja membayar tagihan listrik, petugas Bright PLN Batam langsung datang ke rumah memberikan surat peringatan,” sebut Warga Batuaji ini.

Kalau beberapa hari sejak dikirimi surat tidak ada pembayaran, kata Diki, maka meteran listrik di rumah langsung disegel dan kontaknya dimatikan, sehingga lampu tidak bisa menyala.

Diki juga mengaku, pernah ‘tertipu’ oleh Bright PLN Batam. Apa yang dialaminya ini juga pernah dirasakan warga Batam lainnya.

“Beberapa bulan lalu, saya kaget saat melihat tagihan listrik di rumah saya mencapai Rp1 juta lebih. Sehingganya, saya tak jadi melakukan pembayaran,” ungkapnya.

Diki langsung pulang ke rumah, menanyakan ke istri, mengenai tagihan listrik yang membengkak mencapai Rp.1 juta lebih.

“Istri saya pun juga kaget dan bingung. Karena pemakaian arus listrik di rumahnya biasa biasa saja. Bahkan, cenderung dikurangi. Karena tagihan listrik setiap bulan terus membengkak. Sementara kami hanya pedagang makanan anak-anak atau warung kecil,” ucap istri Diki.

Merasa ada yang janggal, Diki kemudian menyampaikan komplain ke bagian pengaduan Bright PLN Batam. Setelah ditelusuri ternyata memang ada kesalahan dari pihak Bright PLN Batam. Pihak PLN kemudian meminta maaf dan berjanji akan melakukan perbaikan tagihan listrik di rumahnya.

“Kalau tidak diprotes dan tak dibayar, bisa diputus aliran listrik ke rumah kita. Kalau begini cara kerja Bright PLN Batam, sangat tak profesional,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Meri, warga Anggrek Sari,Batam Centre. Ia mengaku kaget dan tak habis pikir melihat tagihan listrik di rumahnya, membengkak menjadi dua kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Padahal, dari segi pemakaian tak ada yang berubah jumlahnya. Tapi, tagihan bulanan tetap membengkak. Dan, ini tentu menjadi catatan sendiri bagi warga yang tagihan listriknya terus membengkak.

Belum lagi akibat seringnya pemadaman listrik secara tiba tiba, dengan tidak diketahui masyarakat sehingga mengakibatkan kerusakan terhadap alat alat elektronik di rumah.

“Apa mereka (PLN) mau peduli dan mengganti alat elektonik yang rusak akibat listrik yang tiba-tiba padam. Akibatnya, kerusakan itu hanya ditanggung sendiri oleh masyarakat,” tanya Diki, agak kesal.

Diki mengatakan naiknya pembayaran listrik bisa terjadi karena KWH ngedon, sedangkan petugas PLN itu tak mencatatnya atas dampak tersebut.

“Sehingganya saat pembayaran bulan depan terjadi pembayaran tagihan berlipat dengan menakutkan. Bahkan, sangat tak wajar. Dari itu kita harus melakukan pengecekan tiap bulannya terhadap penggunaan KWH,” ungkap Diki.

Sebab ujarnya, dia pernah mengalami kejadian seperti itu, hingga sudah sering terjadi dan tak ada penjelasan dari petugas loket pembayaran apalagi melalui agen agen.

“Saya kecewa dan merasa tertipu karena tidak ada penjelasan pasti yang saya dapat. Sudah sering, seperti tiba-tiba pembayaran melonjak di bulan-bulan tertentu. Namun faktanya,” ucap warga Tiban Sekupang.

Sekretaris Bright PLN Batam Samsul Bahri yang dikonfirmasi soal ini via WA tidak memberikan respon, walaupun sebelumnya menjawab salam yang dikirim Haluan Kepri. Begiru juga ketika dihubungi melalui telepon, Samsul tidak menjawab. (vnr)