Pelajar Jadi Sahabat Bawaslu – Ikut Pengawas Partisipatif Pemilu

BUKA DIALOG- Wakil Gubernur Kepri Isdianto memberikan sambutan saat membuka dialog pembangunan desa dengan tema 'Membangun Desa Pesisir di Bintan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Demi Terwujudnya Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia' di Aula Kantor Camat Gunung Kijang, Senin (8/4). Foto HK oleh Oki Alexander

KARIMUN (HK)-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karimun menggandeng pelajar dan mahasiswa menjadi pengawas partisipatif. Tujuannya untuk mengawal proses Pemilu yang hanya tinggal 9 hari lagi. Sosialisasi pengawas partisipatif tersebut dilaksanakan di Hotel Alisan, Senin (8/4) sore.

Pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Universitas Karimun (UK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala yang menjadi pengawas partisipatif tersebut sebelumnya juga tergabung dalam grup media sosial WhatsApp dengan nama
“Sahabat Bawaslu” Karimun. Sosialisasi itu yang kedua kalinya dilaksanakan Bawaslu Karimun.

“Kegiatan ini upaya kami (Bawaslu) mewujudkan pengawas partisipatif. Ini memang program kita sejak 2017. Sebelumnya Bawaslu juga sudah meresmikan Kampung Pengawasan Pemilu di Kelurahan Teluk Uma. Selain itu, kami juga sudah sosialisasi dengan komunitas motor di Karimun soal pengawas partisipatif ini,” ungkap Ketua Bawaslu Karimun, Nurhidayat.

Kata Nurhidayat, tujuan dilaksanakan sosialisasi itu adalah untuk mengawal proses pemilu pada 17 April 2019 mendatang. Kegiatan ini bagian dari program Bawaslu RI yang bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat atau organisasi masyarakat sipil, pelajar dan mahasiswa.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan utusan dari dua universitas di Karimun, yakni Universitas Karimun dan STIE Cakrawala. Kemudian, ada juga pelajar dari SMU di Pulau Karimun Besar. Masing-masing sekolah mengutus sejumlah siswanya yang sudah berumur 17 tahun atau masuk sebagai kategori pemilih,” terangnya.

Menurut dia, materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut adalah terkait tata cara pemilihan, mulai dari prosedur memilih, seperti pencoblosan surat suara calon anggota DPRD Kabupaten Karimun, DPRD Provinsi Kepri, DPD RI, DPR RI hingga pencoblosan presiden dan wakil presiden.

Nurhidayat menyebut, respon dan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam “Sahabat Bawaslu” Kabupaten Karimun yang diikutsertakan sebagai pengawas partisipatif sangat positif. Antusiasme pelajar dan mahasiswa itu dibuktikan dengan keinginan mereka untuk membentuk grup medsos yang isinya lebih dari 100 pelajar.

“Grup medsos itu isinya lebih dari 100 orang pelajar. Disana, kami saling bertukar informasi dan saya rutin memberikan edukasi kepada mereka terkait pengawas partisipatif ini. Mereka mengaku sudah siap untuk mengawasi pemilu yang hanya tinggal 9 hari lagi. Mereka adalah mitra kami yang memberikan petunjuk awal jika ada temuan di lapangan,” tuturnya.

Sementara, Abdul Somad Batubara, salah seorang mahasiswa STIE Cakrawala yang menjadi peserta sosialisasi pengawas partisipatif mengaku senang ikut dilibatkan dalam pesta demokrasi menjadi bagian dari mitra Bawaslu Karimun. Menurut dia, langkah yang dilakukan Bawaslu Karimun merupakan bentuk ajakan yang positif dalam mengawal pemilu.

“Saya merasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari pelaksanaan pemilu tahun 2019 ini. Meski kami hanya terlibat sebagai pengawas partisipatif atau mitra dari Bawaslu Kabupaten Karimun. Tapi setidaknya kami turut terlibat dalam pengawasan pemilu. Materi yang disampaikan juga mudah dipahami,” ungkapnya. (ham)

(Visited 1 times, 1 visits today)