Pemkab Natuna Kurang Perhatian Soal Air Bersih

Sungai Air Kolek Ranai, satu diantara sejumlah sungai yang masih mengalir dan airnya jernih. Foto : Fathurahman/Haluan Kepri

NATUNA (HK) – Pemerintah Kabupaten Natuna dinilai kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih.

Padahal di wilayah ini terdapat sejumlah sungai masih mengalir deras dan airnya jernih.

Edi S, mengungkapkan, sungai yang masih mengalir normal di wilayah Ranai dan sekitarnya seperti Sungai Air Kolek, Sebayar dan sungai-sungai kecil lainnya.

Menurutnya, Kondisi ini semestinya tidak membuat warga mengalami krisis air bersih seperti yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

“Sebetulnya pengaruh musim panas bukan satu-satunya penyebab warga terkena krisis air karena buktinya air masih banyak, sungai ngalir terus. Tapi ada penyebab lain yang lebih mempengaruhinya,” kata pria yang akrab disapa T itu di Jalan Soekarno Hatta, Ranai, Selasa (9/4).

Ia mengaku tidak sepakat bila alibi musim panas selalu dijadikan alasan untuk menjawab kekecewaan warga akibat krisis air yang menderanya.

“Karena walaupun musim panas, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa tetap memberikan dan menyediakan air bersih untuk Natuna. Menurut saya, perhatian pemerintah terhadap air bersih ini yang perlu diuji dan dikritik karena sepertinya perhatian pemerintah ini lah yang menjadi biang utama terjadinya krisis air ini,” papar T.

Ia mengemukakan pendapatnya, sejak Natuna ini berdiri tahun 1999 lalu, sistem sanitasi yang ada di Ranai masih seperti semula tanpa ada perubahan. Akibatnya, setiap musim berpindah ke musim panas, warga mulai terkena krisis.

“Dulu ada krisis air bersih dan kondisi ini terus berlanjut sampai sekarang. Sayangnya lagi kondisi ini sepertinya tidak pernah mendapatkan perhatian sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Natuna baik pemerintahan yang dulu maupun yang sekarang,” tegasnya memaparkan.

Untuk periode penerintahan yang sekarang, ia menyinggung soal arah kebijakan. Menurutnya periode pemerintahan ini lebih cenderung membangun infrastruktur dan penguatan sarana pemerintahan ketimbang memperhatikan keperluan dasar masyarakat terutama sekali warga Ibu Kota Kabupaten Natuna, Ranai.

“Kalau pemerintahan yang sekarang kayaknya lebih memperhatikan yang lain – lain. Buktinya pemerintah mendahulukan beli kapal mahal dan bangun rumah dinas mewah ketimbang mengurus sistem sanitasi yang perlu perhatian seperti yang terjadi sekarang,” ungkapnya.

Dikatakannya, sistem sanitasi di Natuna secara keseluruhan dan Kota Ranai pada khususnya mutlak memerlukan perhatian yang lebih dari pemegang kuasa pemerintahan dan daerah karena sektor ini menjadi bagian dari kesejahteraan masyarakat yang harus dipenuhi sesusai dengan visi-misi dan janji politis pemerintah saat sebelum menjabat dulu.

“Harusnya ini jadi prioritas pemerintah karena menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Ranai memerlukan sistem sanitasi yang lebih mumpuni sehingga mampu mengimbangi dinamisasi Natuna yang belakangan ini terjadi. Daerah kita terus berkembang dan perekembangannya cukup pesat, kalau sanitasinya masih kayak gini aja, maka tak akan ada keseimbanhan antara pekembangan dan infrastruktur dasar. Saya rasa begitu, mudah-mudahan segera ada solusi yang baik dari pemerintah atas keadaan ini,” pungkasnya.(fat)