Amat Tantoso Lakukan Penganiayaan Berat

(putra/haluankepri.com)

(putra/haluankepri.com)

BATAM (HK)- Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus penikaman yang dilakukan Amat Tantoso terhadap rekan bisnisnya. Bos perusahaan valuta asing itu dinyatakan melakukan penganiayaan berat.

“Pelaku telah melakukan penganiayaan berat,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengky kepada wartawan, Kamis (11/4).

Hengky menambahkan, barang bukti berupa pisau jenis sangkur yang dipakai untuk menikam korban sudah disita. Termasuk pakaian korban.

Dijelaskan Hengky, kronologis penikaman terhadap korban Hon Kun Cheng alias Kevin terjadi di Restoran WWW Harbour Bay, Batu Ampar, Rabu (10/4) sekira pukul 19.16 WIB.

Penikaman tersebut terjadi, dipicu permasalahan antara korban dan Amat Tantoso menyangkut masalah pinjaman uang.

Amat memiliki money changer. Dari kegiatan money changer ini, ada seorang karyawan atas nama Mina. Sebagai karyawan Mina, meminjamkan uang kepada korban sebesar Rp 7 miliar.

Amat akhirnya tahu. Ia lantas memerintahkan karyawannya tersebut untuk menagihnya kepada Kevin.

Lebih lanjut, Kombes Pol Hengki, mengatakan pada tanggal 10 April 2019 tersebut sekitar pukul 15.00 WIB, antara Mina dan Kevin bertemu di Sukajadi. Di sana Kevin memberikan satu buah cek senilai Rp 7 miliar yang belum ditandatangani.

Menurut keterangan, Kevin akan menandatangani pada malam harinya di Restoran WWW Harbour Bay. Malam itu juga, Amat langsung mencari Kevin ke Harbourbay. Amat ingin Kevin segera meneken cek tersebut.

“Karena korban tidak mau menandatangani, terjadilah peristiwa penusukan oleh tersangka terhadap korban,” beber Hengky.

Atas penganiayaan yang dilakukannya, polisi menjerat Amat Tantoso dengan pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (put)

(Visited 7 times, 1 visits today)