Dugaan Kasus Narkoba Tiga Oknum Polisi Disidang

Foto : Proses persidangan tiga oknum polisi Polres Tanjungpinang yang terkait dugaan penyalahgunaan narkoba/Aspanel

Foto : Proses persidangan tiga oknum polisi Polres Tanjungpinang yang terkait dugaan penyalahgunaan narkoba/Aspanel

TANJUNGPINANG (HK)- Tiga oknum Polisi yang tersandung dugaan tindak pidana narkoba jenis ekstasi, jalani proses sidang untuk mendengar dakwaan jaksa yang kepada mereka.

Ketiga terdakwa tersebut adalah Benny Saputra, Laurensius Mangerbang Marpaung dan M Rizky Finanda Saragih. menjalani sidang perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (11/4).

Sidang ketiga terdakwa oknum Polisi tersebut dipimpin majelis hakim Acep Sopian Sauri SH MH didampingi dua hakim anggota, Monalisa Anita Theresia Siagian SH MH dan Santonius Tambunan SH MH.

Dalam sidang, dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dibacakan oleh Zaldi Akri SH untuk ketiga terdakwa sekaligus, kemudian dilanjutkan pemeriksaan saksi dari dua anggota Satres Narkoba Polres Tanjungpinang sebagai saksi penangkap.

Selain itu melalui dakwaan yang dibacakan terungkap, kronologis kejadian bermula pada hari Kamis 20 Desember 2018 sekira pukul 22.00 WIB terdakwa M Rizky Finanda Saragih menelfon terdakwa Beny Saputra untuk mengambil 6 butir ekstasi. Kemudian Rizky mentransfer uang ke terdakwa Beny Rp1.500.000.

Setelah itu terdakwa Rizky pergi ke rumah terdakwa Benny di Asrama Polisi Jalan Sunaryo, Kecamatan Tanjungpinang Barat, dan langsung menerima 1 bungkus kotak rokok Sampoerna yang didalamnya terdapat 6 butir pil diduga narkotika jenis ekstasi dengan rincian 5 butir pil berbentuk Bear warna hijau dibungkus dengan plastic bening, dan 1 butir warna merah berbentuk Gasing dibungkus dengan plastic bening,

Kemudian, Jum’at 21 Desember 2018 sekira jam 01.30 WIB saat terdakwa Rizky akan masuk Café Lumino depan Bestari Mall Kota Tanjungpinang, terdakwa melihat saksi dua anggota Satresnarkoba Polres Tanjungpinang datang menghampirinya dan mengamankan terdakwa Rizky.

Pada saat dilakukan penggeledahan pada badan dan pakaian terdakwa Rizky, anggota Satres Narkoba Polres Tanjungpinang mendapati 1 bungkus kotak rokok Sampoerna yang isinya ada 5 butir pil diduga ekstasi berbentuk Bear warna hijau dibungkus dengan plastic bening dan 1 butir pil diduga ekstasi berbentuk gasing warna merah dibungkus dengan plastic bening yang diakui terdakwa Rizky adalah miliknya

Selanjutnya terdakwa Rizky mengatakan bahwa ekstasi tersebut didapat dari terdakwa Beny yang merupakan senior terdakwa Rizky di Sat Sabhara Polres Tanjungpinang,

Kemudian terdakwa Rizky bersama barang bukti ekstasi tersebut dibawa ke rumah terdawa Beny di Asrama Polisi Jl. Sunaryo Tanjungpinang. Hal itu diakui terdawa Beny, kemudian langsung dilakukan penangkapan. Pada saat dilakukan penggeledahan, di rumah terdakwa Benny ditemukan 2 butir pil ekstasi warna merah berbentuk gasing yang diakui miliknya.

Terdakwa Benny juga mengakui bahwa ekstasi itu diperoleh dari terdakwa Lourensius yang juga rekan terdakwa Benny sesama anggota Polisi di Polres Tanjungpinang, Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti di bawa ke Polres Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam sidang juga terungkap dari keterangan dua anggota Satres Narkoba Polres Tanjungpinang sebagai saksi ketika ditanyakan oleh majelis hakim, dari mana terdakwa Lourensius mendapatkan barang bukti narkoba jenis ekstasi tersebut. Hal itu disebutkan saksi, bahwa keterangan terdakwa Lourensius, ia mendapatkan dari pria bernama Jontra, seorang Napi di Lapas KM 18 Tanjungpinang.

Perbuatan terdakwa dapat dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (nel)

(Visited 7 times, 1 visits today)