Polres Tanjungpinang Musnahkan Sabu Senilai Enam Miliar Rupiah

Foto : Wakapolres Tanjungpinang bersama jajaran Muspida melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres Tanjungpinang/ Aspanel

Foto : Wakapolres Tanjungpinang bersama jajaran Muspida melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres Tanjungpinang/ Aspanel

TANJUNGPINANG (HK)- Polres Tanjungpinang musnahkan barang bukti (BB) 3 kasus narkoba hasil pengungkapan sejak Januari hingga Maret 2019, berupa sabu seberat 5.176,28 gram atau sekitar 5,1 kilogram dengan taksiran harga senilai Rp6 miliar. Pemusnahan BB tersebut berlangsung di halaman Mapolres Tanjungpinang, Kamis (11/4).

Disamping sabu senilai miliaran rupiah tersebut, juga dilakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis pil ekstasi berbagai merek sebanyak 991 butir dengan berat bersih 212,59 gram.

Pemusnaham BB narkoba tersebut dipimpin Wakapolres Tanjungpinang Kompol Sujoko dan dihadiri Sekda Tanjungpinang, Riono termasuk sejumlah pejabat dari intansi terkait, yakni Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kejari Tanjungpinang, BNN Kota Tanjungpinang, Bea dan Cukai Tanjungpinang juga para awak media.

Sebelum dilakukan pemusnahan, beberapa BB narkoba jenis sabu lebih dulu diambil secara acak secukupnya untuk dilakukan tes, apakah narkoba asli atau tidak dengan menggunakan alat tes narkoba dari Biddokes Polda Kepri.

Usai memastikan, kemudian BB jenis sabu itu dilebur dengan cara direbus dalam panci. Sedangkan pemusnahan BB jenis pil ekstasi dilakukan dengan cara dihancurkan menggunakan belender. Seluruh BB narkoba yang telah dihancurkan itu dibuang ke dalam septic tank di Mapolres Tanjungpinang.

Wakapolres Tanjungpinang Kompol Sujoko menjelaskan, pemusnahan BB narkoba tersebut, diantaranya didapati dari pengungkapan dan penangkapan dua orang bandar dengan tersangka Budi Yono dan Sarjono, maupun tiga tersangka dari hasil pengembangan penemuan barang bukti sabu di gudang Kargo Bandara RHF, kemudian diamankan tiga orang tersangka di Surabaya maupun Bandung.

“BB narkoba jenis sabu dan ekstasi yang dimusnahkan ini merupakan hasil penangkapan dari Januari hingga Maret 2019 lalu,” kata Sujoko.

Ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Raden Moch Dwi Ramadhanto menjelaskan, dari 2 perkara dengan tersangka Budiyono alias Budi dan Surjano dengan barang bukti sabu sebanyak 11 paket dengan berat bersih 943,49 gram.
“Kedua pelaku ini diamankan di jalan Tugu Pahlawan dan di jalan Darusalam Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Tanjungpinang Barat, Rabu (6/2) lalu,” ungkapnya.

Disampaikan, BB narkoba jenis sabu yang dimusnahkan dalam perkara ini sebanyak 833,49 gram. Sementara sisanya 110 gram, digunakan untuk pemeriksaan di laboratoris dan bukti persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang nantinya.

“Sedangkan BB sabu dari tiga tersangka Novi Susanto, berperan sebagai penerima 5084 gram sabu dikirim dari ekspedisi Lion Parcel, yang diamankan di Surabaya, Rabu (13/3) lalu,” ungkap Ramadhanto

Sementara tersangka Sulaiman, ditangkap di Center Park Blok A Nomor 8 Balai, Batam, Senin (25/3) dan tersangka Firman, ditangkap di Bandung, Sabtu (23/3) lalu.

“Kedua ini pelaku yang berperan membungkus dan mengirim narkoba jenis sabu dari Tanjungpinang melalui Lion Parcel yang dikirim dari Kargo Bandara Raja Haji Fisabililah Tanjungpinang beberapa waktu lalu,”terangnya.

Selain sabu, polisi juga memusnahkan pil ekstasi 991 butir yang diamankan dari ketiga tersangka ini. Pil ekstasi itu terdir dari 14 bungkus berlogo lumba–lumba warna abu-abu sebanyak 1121 butir. Sedangkan untuk sisanya 110 butir digunakan untuk pemeriksaan laboratoris dan bukti persidangan.

Menurutnya, pengungkapan kasus narkoba jenis sabu sebanyak 5176,28 gram dengan taksiran harga senilai Rp6 miliar rupiah, termasuk 991 butir pil ekstasi dari perkara yang diungkap bulan Januari hingga Maret 2019 tersebut, setidaknya Polisi telah bisa menyelamatkan 12 ribu anak muda atau masyarakat Indonesia terutama di Tanjungpinang dari bahaya nakroba.

“Pemusnahan BB narkoba ini juga dalam rangka penyidikan. kemudian dibuatkan berita acara pemusnahan untuk dicantumkan dalam berkas perkara dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang nantinya,” ujarnya (nel)