Ricuh Pemilu Dua Pemuda ‘Ditembak’ Petugas

Foto : Simulasi Rusuh Massa di Kantor KPUD Binta/ Oki Alexander

Foto : Simulasi Rusuh Massa di Kantor KPUD Binta/ Oki Alexander

BINTAN (HK) – Dua orang pemuda terpaksa dilumpuhkan petugas dengan “tembakan” karena dianggap memprovokasi massa saat terjadi kericuhan massa didepan Kantor KPU Bintan Jalan Tata Bumi Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya, Kamis (11/4) pagi.

Kericuhan bermula ketika massa tak terima dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pileg dan Pilpres yang dilakukan ditingkat KPU Bintan. Awalnya, dua orang massa mencoba menerobos masuk kedalam Kantor KPU Bintan yang berencana melakukan penculikan Ketua KPU Bintan Ervina Sari.

Upaya ini dilakukan untuk menggagalkan proses rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU. Namun satu dari dua pemuda itu sempat diamankan petugas yang berjaga di kantor KPU Bintan.

Melihat rekannya diamankan, seorang pemuda mulai melakukan tindakan anarkis. Kondisi ini membuat petugas lainnya berusaha mengamankan situasi saat itu.

Kedua pemuda itupun berusaha kabur dari petugas untuk kembali bergabung dengan gerombolan massa yang memang sudah ada didepan Kantor KPU Bintan.

Disaat itulah, massa lainnya terprovokasi dan membuat situasi semakin tidak kondusif. Pasukan pengurai massa (Reimas) Polres Bintan pun dipasang untuk menghadapi tindakan massa yang kian anarkis.

Situasi yang semakin kacau balau, memaksa Tim Brimob mengambil alih untuk memukul mundur massa yang anarkis. Namun, upayanya tak berhasil dan massa semakin tak terkendali.

Tembakan gas air mata dan tembakan perintatan yang dilakukan petugas tak berhasil menakuti massa. Disitulah, dua orang pemuda dalam gerombolan massa yang anarkis terkena tembakan petugas karena membawa senjata tajam.

Setelah berhasil mengambil alih situasi, petugas kemudian membawa dua pemuda yang terkena timah panas untuk dievakuasi menggunakan mobil ambulance. Situasi pun berangsur pulih setelah petugas gabungan berhasil mengambil alih situasi.

Demikian Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang diperagakan dalam simulasi pengamanan kericuhan di Kantor KPU Bintan.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menjelaskan, simulasi Sispamkota dilakukan untuk melihat kesiapan personil yang akan bertugas menjaga keamanan dan kenyamanan di Kantor KPU Bintan dari segala bentuk gangguan yang dapat mengacaukan proses pemilu serentak 2019 mendatang.

“Kita pilih Kantor KPU, karena ini merupakan tempat yang paling rentan diserang masa. Ketika ada yang tak terima dari hasil penghitungan suara,” ujar Boy.

Mengevaluasi simulasi Sispamkota yang dilakukan jajarannya, Boy menegaskan pihaknya siap memberikan kenyamana dan keamanan demi suksesnya pesta demokrasi yang akan digelar 17 April 2019 nanti.

Tak lupa pula, Boy menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mensukseskan pemilu serentak nanti dengan datang ke TPS untuk mencoblos. “Kami dari Polri bersama jajaran TNI siap menjaga keamanan masyarakat sampai ke TPS,” serunya. (oxy)

(Visited 8 times, 1 visits today)