Separoh Warga SintaiTerancam Tak Bisa Memilih

BATUAJI (HK) — Diprediksisekitar separoh Warga Sintai,Teluk Pandan, Tanjung Uncang, Batuaji terancam tidak memilih.

Pasalnya, hingga minus 7 hari
mereka masih terkendala surat form A5 atau surat pindah memilih.
“Banyak Warga disini (Sintai, red) terancam tak memilih karena terkendala surat
form A5 tersebut,” ujar Ketua RW 014 Sin-tai, M Nasir disampaikan ke awak media, Rabu (10/4).

Meskipun menurutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam sudah mensosialisasikan hak-hak Pemilu di kawasan tersebut pada bulan lalu, namun menurut-nya sosialisasi tersebut belum maksimal.

Hal ini terbukti banyaknya warga yang belum mendapatkan form A5.
Dari data yang ada, ungkap Ketua organisasi di Sintai ini, perempuan yang bekerja Sintai ada sebanyak 280 or-ang. Namun yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya seratusan orang.

“Memang pekerja di sini
(Sintai) kebanyakan warga
luar Batam. Jadi pada bulan
lalu, kita sudah adakan sos- ialisi di Sintai dengan tujuan
untuk memperlancar pemilu,”
terangnya.

Tapi menurut Nasir, sosial-
isasi yang dilakukan KPU ku-
rang maksimal. Padahal dalam sosialisasi tersebut, KPU berjanji akan membantu dan mempercepat pengurusan berkas warga Sintai yang belum memilki E-KTP Batam. Namun tak ada realisasinya.
“Nah, saat kami melakukan
pengurusan surat form 5A ke
PPS (Panitia Pemungutan Suara), mereka bilang KPU belum mengijinkan. Saat ditelpon KPU, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dan kepastian dari KPU,” jelasnya.

Kondisi seperti ini membuat
Nasir jadi kebingungan, pada-
hal pemilu sudah diambang
pintu. Selain itu, deadline pengurusan surat form A5 ini sudah mau tutup.
“Yang dikhawatirkan nantinya, saat warga datang ke TPS (Tempat Pemungutan suara), tapi mereka tak bisa memilih karena tidak ada surat form A5 tersebut,” keluhnya.

Ia juga mengatakan, saat melakukan sosialisasi bulan lalu DPT yang ada di Sintai mencapai 127 orang. Tapi sete- lah di cek ulang, ternyata jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 100 orang.

“Awalnya DPT yang sudah
didata ada 127 orang. Tapi saat ini hanya sekitar 100 an saja.
Dan memang hal itu terjadi karena warga Sintai tak menetap tinggalnya disini,” tuturnya.

Diketahui, jika di kawasan
Sintai ini hanya 1 TPS saja.
Selain pekerja wanita di sana,
ada juga tambahan pemilih la-innya seperti pengelola usaha
yang tinggal menetap di kawasan Sintai.

Namun saat dikonfirmasi mengenai jumlah suara terse-
but, Zaki Setiawan, selaku ko-
misioner KPU Batam belum
bisa memberikan jawaban.
(ded)

(Visited 1 times, 1 visits today)