DKPP Bintan Ambil Sample Darah untuk Kaji AI

Petugas mengambil sample darah dari hewan ternak di salah satu peternakan di Kabupaten Bintan, Jum'at (12/4). (okialexsander/haluankepri.com)

Petugas mengambil sample darah dari hewan ternak di salah satu peternakan di Kabupaten Bintan, Jum'at (12/4). (okialexsander/haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan bersama Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi mengambil sample ayam dan hewan babi untuk melakukan kajian awal infeksi penyakit Avian Influenza (AI) atau penyakit flu burung dan penyakit rabies di Kabupaten Bintan.

Kepala DKPP Bintan, Khairul melalui Kasi Kesehatan Hewan di DKPP Bintan, drh Iwan Berri Prima menyampaikan, kegiatan ini rutin dilakukan untuk pengendalian dan penanggulangan penyakit pada hewan khususnya penyakit flu burung dan penyakit rabies.

Dia menyebut, penyakit flu burung pernah ditemukan positif pada unggas di Kabupaten Bintan, terakhir pada tahun 2009. “Kejadiannya sudah cukup lama,” kata dia, Jumat (12/4).

Oleh sebab itu, saat ini, pihaknya kembali mengantisipasi dengan mengambil sample pada ayam. Kurang lebih 205 sampel swab ayam diambil dari 41 peternak atau pedagang ayam potong yang tersebar di 7 kecamatan diantaranya Kecamatan Bintan Timur, Gunung Kijang, Toapaya, Teluk Bintan, Teluk Sebong, Seri Kuala Lobam serta Kecamatan Bintan Utara.

“Sejauh ini tidak ditemukan kasus klinis positif flu burung,” katanya.

Sample-sample yang diambil selanjutnya akan diuji dilaboratorium BVet Bukit Tinggi di Provinsi Sumatera Barat.

Selain ayam, pihaknya juga mengambil sampel darah 51 ekor babi dari 5 orang peternak di Teluk Sebong, Toapaya dan Bintan Timur.

Kendati tidak ditemukan kasus klinis flu burung dan rabies, dia mengimbau warga tetap peduli akan kesehatan hewan. “Bisa hubungi kami juga, nanti kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk ditangani bersama,” kata dia. (oxy)

(Visited 10 times, 1 visits today)