RSAB Batam jadi Rujukan Penyakit Kelainan Saraf

Foto bersama acara sharing knowledge tentang penyakit epilepsi dan parkinson di ruang morning report RSAB Batam, Sabtu (13/4). (damri/haluankepri.com)

Foto bersama acara sharing knowledge tentang penyakit epilepsi dan parkinson di ruang morning report RSAB Batam, Sabtu (13/4). (damri/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Direktur Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Kota Batam, dr. Widya Putri mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan menjadi rumah sakit rujukan penyakit neuro atau penyakit kelainan saraf, yaitu khusus epilepsi dan parkinson.

“Sekarang kita lagi mempersiapkan untuk pelayanan tentang penyakit neuro atau penyakit kelainan saraf, dimana nantinya RSAB akan menjadi salah satu rumah sakit yang bisa melayani rujukannya,” kata Widya, Sabtu (13/4) siang disela-sela sharing knowledge tentang penyakit epilepsi dan parkinson di rumah sakit tersebut

Dijelaskan Widya, sekarang semua peralatan operasi tentang penyakit kelainan saraf itu sudah ada, namun pihaknya lagi mempersiapkan skilnya para dokter -dokter yang khusus akan menangani operasi tersebut.

“Alat kita sudah ada, yaitu seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan alat perekam kejang,” ucapnya.

Menurut Widya, selama ini apabila ada pasien mengalami epilepsi hanya diberikan obat-obatan saja. Agas pasien bisa sembuh, kata dia,
perlu tindakan operasi.

Apabila pengobatan penyakit epilepsi itu dilakukan dengan operasi sehingga pasien bisa beraktifitas dengan baik dan bisa mengurus dirinya sendiri, sebab selama ini para pasien yang mengalami penyakit itu banyak yang terpinggirkan oleh keluarganya sendiri.

“Ada yang merasa malu kalau keluarganya ada mempunyai penyakit epilepsi itu, padahal sebenarnya penyakit itu bukanlah penyakit turunan tapi banyak penyebabnya,” ujarnya.

Ditambahkan Widya, bahwa untuk menambah skilnya para dokter-dokter yang akan menangani operasi tentang saraf tersebut pihaknya mengundang Prof, Zainal Muttaqin PhD, SpBS dan dr. Yuriz Bakhtiar, PhD, SpBS untuk berbagi ilmu kepada dokter-dokter.

Prof, dr. Zainal Muttaqin mengatakan, penyakit epilepsi adalah salah satu kelainan neurologi kronik yang ditandai dengan
gejala khas, yaitu kejang berulang akibat lepasnya muatan listrik neuron otak secara berlebihan dan paroksismal.

“Selama ini banyak masyarakat beranggapan bahwa epilepsi itu adalah penyakit kesurupan atau penyakit keturunan sehingga apabila ada dalam sebuah keluarga yang mengalami penyakit seperti itu sering disembunyikan dan tidak boleh orang lain tau,” ucapnya.

Untuk mengobati penyakit itu harus dengan cara operasi.

“Sekarang ilmu kedokteran begitu maju,” katanya.

Dijelaskan Zainal, penyebab penyakit epilepsi karena ada gangguan pada bagian otak seseorang.

“Lebih banyak disebabkan karena para ibu tidak tahu kalau sedang hamil. Karena ketidaktahuan itu menyebabkan bayi kekurangan gizi,” ujar Zainal. (cw64)

(Visited 20 times, 1 visits today)