Kadinkes Pimpin Apoteker Karimun

KARIMUN (HK)-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi dilantik sebagai Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Karimun periode 2018-2022. Pelantikan pengurus IAI Kabupaten Karimun tersebut dilakukan Ketua IAI Kepri Tahrim di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Senin (15/4).

Pelantikan pengurus IAI Kabupaten Karimun yang disejalankan dengan rapat kerja cabang dan seminar itu juga dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wabup Karimun Anwar Hasyim, Asisten I Setdakab Karimun Muhammad Tang, Direktur RSUD Muhammad Sani, Direktur RSBT dan Kepala Puksesmas se Pulau Karimun.

Bupati Karimun usai pelantikan mengatakan, dengan terbentuknya pengurus IAI Kabupaten Karimun diharapkan dapat merekatkan hubungan organisasi profesi bagi seluruh apoteker yang ada di Kabupaten Karimun. Selain itu, juga dapat membina hubungan yang baik serta meningkatkan pengetahuan apoteker yang turut berkembang secara dinamis.

“Jumlah apoteker di Kabupaten Karimun saat ini sebanyak 40 orang. Pada penerimaan CPNS 2018 lalu, diterima 4 orang apoteker yang ditempatkan di Puskesmas dan 7 untuk rumah sakit umum daerah. Meski sudah ada penambahan, namun apoteker untuk PNS di Kabupaten Karimun masih kurang,” ungkap Rafiq.

Kata Rafiq, perhatian Pemkab Karimun bagi apoteker yang berstatus PNS sama dengan pegawai yang lain, mereka juga diberi tunjangan profesi yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Karimun. Pemkab Karimun menghargai mereka dengan mengalokasikan tunjangan yang sesuai dengan aturan berlaku.

Sementara, Ketua IAI Kabupaten Karimun, Rachmadi menjelaskan, pengurus IAI di Kabupaten Karimun sudah terbentuk selama 3 periode. periode ke depan pihaknya akan menjalankan program pengabdian apoteker dan bertanggung jawab. Saat ini, jumlah apotek di Karimun sebanyak 22 dengan tenaga apoteker 40 orang.

“Dari 40 apoteker di Karimun itu, hampir 50 persen sudah berstatus sebagai pegawai negeri sipil. Selain bekerja di apotek, para apoteker juga banyak yang bekerja di rumah sakit, dinas kesehatan dan instalasi farmasi. Kami harapkan, semua Puskesmas harus ada apotekernya dalam rangka meningkatkan kefarmasian. Cuma karena pemerintah masih belum mampu,” ujarnya. (ham)

(Visited 17 times, 1 visits today)