500 Pelanggan PDAM Terancam Tidak Dapat Air Bersih

DIREKTUR PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro di ruang kerjanya.Foto : Fathurahman/Haluan Kepri

NATUNA (HK) – Sekitar 500 pelanggan air PDAM terancam tidak mendapat suplai air bersih.

Hal ini karena lahan penempatan tong air di kawasan Tegul Laksamana, Air Kolek, Kelurahan Ranai belum di bebaskan.

Padahal keberadaan tong penampung air berkapasitas 4 ton itu menjadi sumber utama masyarakat untuk tetap mendapat pasokan air bersih dari PDAM.

Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tong penampung air bersih itu berada di lahan warga.

PDAM kata Hendro, sudah pernah mengusulkan agar lahan itu di bebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna tahun 2017 lalu.

“Betul, dua tong penampung air itu saat ini untuk menyuplai tiga wilayah, diantaranya kawasan Batu Ampar, kawasan belakang PLN Ranai dan kawasan Air Kolek. Jika lahan itu dijual, sudah barang tentu kita tidak punya lokasi lain untuk bak penampung,” kata Hendro ditemui di kantornya, Selasa (16/4).

Ia menjelaskan, luas lahan yang akan dibebaskan lebih kurang 1000 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp180 juta. Jika lahan itu dibebaskan, maka PDAM berencana membangun bak permanen.

“Sekarang kita masih sewa pertahun Rp.6 juta. Sewaktu-waktu pemilik lahan bisa menjual kepihak lain. Sementara lahan itu kita anggap sangat strategis karena letaknya di perbukitan. Kenapa harus dibangun bak permanen, supaya lebih aman,” ungkapnya.

Lebih jelas Hendro mengatakan, bak permanen yang dibangun nanti mampu menampung air sebanyak 200 meter kubik.

“Jika air normal, tidak dalam kondisi kemarau seperti sekarang ini, 200 meter kubik itu sudah pasti aman untuk menyuplai tiga kawasan. Dan sekarang ini untuk mengisi tong penampung Tegul Laksamana, petugas harus menutup salah satu jaringan,” tutupnya.(fat)