Ilham Habibie Siap Akuisisi 50,3% Saham Muamalat

Ilham Habibie. (internet)

Ilham Habibie. (internet)

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mengeluarkan prospektus rancangan akuisisi. Akuisisi ini sekitar 50,3% dari keseluruhan saham yang diterbitkan dalam Bank Muamalat.

Adapun Al Falah Investments Pte Limited yang bakal mengakuisisi bank syariah tertua ini.

Dikutip CNBC Indonesia, Kamis (15/4/2019) dalam alasan rencana akuisisi, dijelaskan Al Falah bermaksud untuk mengambil bagian sekitar 77,1% dari keseluruhan atas saham baru yang akan diterbitkan oleh Bank Muamalat dalam Penawaran Umum Terbatas, melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang akan dimilikinya dengan cara membeli HMETD dari pemegang saham Bank Muamalat tertentu saat ini dan/atau dengan berperan sebagai pembeli siaga dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat.

“Al Falah dapat bertindak sebagai pembeli siaga bersama dengan pembeli siaga lainnya (jika ada) dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat untuk secara sendiri-sendiri (tidak secara bersama) membeli saham yang tidak diambil bagian.”

Al Falah adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura.

“Al Falah adalah perusahaan yang dimiliki dan didirikan bersama oleh Bapak Ilham Akbar Habibie (“Ilham Habibie”) dan CP5 Hold Co 2 Limited (“CP5”), perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100% oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (“SSG”) untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat,” demikian kutipan prospektus tersebut.

Saat ini, pemegang saham tunggal Al Falah adalah CP5. Al Falah sedang dalam proses perubahan komposisi pemegang saham di mana Ilham Habibie dan CP5 masing-masing akan memiliki sekitar 51% dan 49% kepemilikan saham di Al Falah.

Al Falah memiliki kapitalisasi keseluruhan sekitar US$ 121 juta (atau setara Rp. 1,7 triliun). “Setelah diselesaikannya Rencana Akuisisi, Bpk. Ilham Habibie dan SSG akan secara bersama-sama mengendalikan Bank Muamalat.”

“Rencana Akuisisi terhadap Bank Muamalat oleh Al Falah akan didanai oleh dana internal Al Falah.”

Bank Muamalat juga siap menunggu keberatan dari kreditur dan pemegang saham minoritas atas rencanan akusisi oleh Al Falah sampai dengan 18/04/2019 April mendatang. Jika sudah, setidaknya pada Mei mendatang, Bank Muamalat diproyeksikan akan mengantongi izin dari OJK pada Mei 2019 mendatang. *

(sumber: www.cnbcindonesia.com)

(Visited 2 times, 1 visits today)