Irma Suryani: PPDB Lebih Awal, Pendaftar Lebihi Daya Tampung

Kepala MIN 1 Batam, Irma Suryani (tengah) saat menerima kunjungan Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,MA (baju putih) dan Kakan Kemenag Batam, H. Zulkarnain Umar, saat monitoring UNBK/UNKP MTs dan USBN di MIN 1 Batam, Senin (22/4/2019). (ist)

Kepala MIN 1 Batam, Irma Suryani (tengah) saat menerima kunjungan Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,MA (baju putih) dan Kakan Kemenag Batam, H. Zulkarnain Umar, saat monitoring UNBK/UNKP MTs dan USBN di MIN 1 Batam, Senin (22/4/2019). (ist)

Batam (HK) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Batam, Irma Suryani, mengatakan, pihaknya telah melaksanakan
proses Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019 sesuai dengan Perdirjen Pendis Nomor 631 Tahun
2019 yakni Mei-Juni 2019. Namun, menurutnya bagi madrasah negeri, PPDB bisa dilaksanakan lebih awal setelah
mendapatkan dispensasi dari Kanwil Kemenag Provinsi. Hal tersebut dikatakannya saat monitoring UNBK/UNKP MTs dan
USBN di MIN 1 Batam, Senin (22/4/2019).

“Setelah berkoordinasi dengan Kemenag Kota Batam, maka kami melaksanakan PPDB lebih awal dari jadwal setelah
mendapatkan dispensasi dari Kanwil Kemenag Kepri. Untuk MIN 1 Batam sendiri, PPDB dimulai sejak 1 s.d 10 Maret 2019
lalu yang dilaksanakan secara online,” kata Irma Suryani.

“Orang tua siswa mendaftarkan anaknya via android atau jaringan internet lainnya. Selanjutnya pada 11 – 13 Maret
2019 kami melakukan verifikasi berkas pendafataran calon siswa sesuai dengan juknis yang terdapat dalam Perdirjen
631 tahun 2019,” kata Irma menjelaskan.

Irma menyebutkan verifikasi berkas pendaftar dibutuhkan untuk mencocokkan antara data dan fakta yang ada, misalnya
KK, akte, KTP orang tua dan dokumen lainnya.

“Setelah kita verifikasi dan validasi selama 3 hari ternyata ada 301 pendaftar dari usia tertinggi 9,7 tahun sampai
usia terendah 6 tahun. Yang kita terima sesuai kriteria dalam juknis adalah pertama, anak usia 7 tahun wajib
diterima, jadi yang kita terima adalah anak dengan usia 9 tahun 7 bulan sampai usia 7 tahun 1 bulan 10 hari.
Akibatnya ada 38 anak tidak bisa kami terima karena daya tampung yang terbatas dimana 1 rombel berjumlah 28 anak.
Kami hanya bisa menampung tiga rombel saja,” ucapnya lagi.

Irma menjawab kekecewaan masyarakat yang pada awalnya tidak diterima karena daya tampung terbatas dengan melakukan
koordinasi dengan Kemenag Batam dan Komite Madrasah. Hasilnya Komite menjembatani masalah tersebut dengan membangun
Kelas Wakaf RKB Komite.

“Wali murid secara ikhlas membuat surat pernyataan bermaterai, mereka mewakafkan hartanya untuk membangun Kelas
Wakaf RKB Komite dengan tujuan agar anaknya dapat menempuh pendidikan di MIN 1 Batam,” ucap Irma.

Saat menyampaikan alasannya melakukan PPDB lebih awal dari jadwal, Irma menjelaskan, sesuai juknis Perdirjen Pendis
631 Tahun 2019, MIN 1 Batam melakukannya karena MIN 1 Batam adalah madrasah negeri, berakreditasi A dan pendaftar di
MIN 1 Batam adalah 1:3.

“Kami laporkan dari wakaf orang tua siswa, kami dapat membangun 2 buah Kelas Wakaf RKB Komite. Mereka percaya bahwa
MIN 1 Batam akan menjadikan siswa didiknya menjadi generasi yang islami. Kami juga telah mendokumentasikan testimoni
orang tua siswa yang telah mewakafkan hartanya,” pungkasnya. (fhy/r)

(Visited 1 times, 1 visits today)