by

338 Warga Sukabumi Mengungsi Akibat Pergeseran Tanah

SUKABUMI((HK) – Warga Kampung Gunungbatu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mengungsi akibat bencana pergeseran tanah terus bertambah.

Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat jumlah pengungsu sebanyak 338 jiwa.

“Luas lahan yang terkena dampak bencana ini terus meluas bahkan kondisinya semakin parah. Ini mengakibatkan warga memilih mengungsi khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ditambah curah hujan yang tinggi,” kata Kepala Pusat
Pengendalian dan Operasi (Puldalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi seperti dikutip Antara, Sabtu (27/4).

Adapun rincian jumlah warga yang mengungsi sebanyak 103 kepala keluarga atau 338 jiwa. Dari jumlah tersebut sebanyak 171 pria dan sisanya atau 167 wanita, anak-anak dan balita.

Bencana ini mengakibatkan 109 rumah yang tersebar di RT 01, 02 dan 03 RW 09, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung rusak yang terdiri dari 12 rusak berat, 57 rusak sedang dan 40 rusak ringan. Rumah warga yang terdampak bencana itu dihuni 109 jiwa atau 352 jiwa.

Tidak hanya rumah rusak, tetapi bangunan lain seperti musala, bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan MCK umum pun rusak. Untuk pengungsi, pihaknya sudah mendirikan beberapa tenda pleton. Ada juga sebagian warga yang tinggal di rumah saudaranya.

Pihaknya juga sudah meminta Bupati Sukabumi Marwan Hamami untuk segera menetapkan status Darurat Bencana Pergerakan Tanah. Kemudian berkoodinasi dengan dinas lainnya seperti Dishub dan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk mengalihkan kendaraan yang bertonase besar karena kondisi jalan terbelah.

“Kami juga menyediakan dapur umum untuk warga di pengungsian, selain itu bantuan darurat pun sudah mulai disalurkan untuk meringankan penderitaan korban bencana,” ujarnyaa.

Sementara, tokoh masyarakat Desa Kertaangsana Asep Has mengatakan kondisi di Kampung Gunungbatu sudah memprihatinkan karena pergeseran tanah semakin parah. Bencana ini perlu kajian khusus dari Badan Geologi untuk mengatahui apakah daerah ini masih layak untuk dijadikan permukiman atau tidak.(sumber:merdeka.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed