Gedung Layanan Kunjungan Berbasis TI Lapas Klas II A Batam Diresmikan

(dedi/haluankepri.com)

(dedi/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Kepri, Zaeroji, meresmikan gedung layanan kunjungan pembesuk berbasis Teknologi Informasi di Lapas Klas II A Batam, Barelang, Senin (29/4) pagi.

Gedung layanan kunjungan bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan pada Lapas. Kemudian, dengan adanya layanan kunjungan ini, akan lebih memudahkan petugas jaga, khususnya Pengaman Pintu Utama (P2U) untuk mengenal orang yang keluar ataupun masuk ke dalam Lapas.

Keberadaan gedung layanan pendaftaran kunjungan dan layanan informasi serta layanan pengaduan dan layanan integrasi pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), cuti menjelang bebas (CMB) disambut baik oleh para pengunjung.

Di lokasi, Zaeroji yang didampingi juga oleh para Kepala Divisi dan Kepala Lapas Batam, Surianto langsung melakukan peninjauan untuk percobaan pada sistem yang baru saja dilaunching tersebut. Tahapan alur kunjungan mulai dari pendaftaran, pencarian WBP yang akan dikunjungi hingga masuk kedalam Lapas sudah menggunakan sistem komputer.

Bahkan, tiap orang yang masuk ke Lapas untuk mengunjungi keluarganya yang merupakan WBP harus dapatkan kartu kunjungan terlebih dahulu yang berisi identitas diri dan identitas WBP yang akan dikunjungi.

Kemudian, pembesuk juga dilakukan perekaman sidik jari saat masuk ke pintu utama maupun keluar dari pintu utama. Hal tersebut tentunya dapat sangat efektif untuk mencegah tertukarnya seseorang yang satu dengan yang lainnya ataupun WBP yang menyamar sebagai pengunjung untuk dapat meloloskan diri.

“Ini sangat luar biasa. Hal ini juga bisa meningkatkan keamanan para narapidana kedepannya apalagi sistemnya sudah berbasis teknologi informasi. Jadi pembesuk atau pengunjung tak bisa lagi masuk kedalam lapas sebelum terdaftar. Kini sudah pisah ruangannya,” katanya Zaeroji.

Sementara, Kalapas Klas II A Batam, Surianto mengatakan, alur layanan kunjungan juga telah disosialisasikan melalui spanduk yang dipasang pada dinding bagian luar Lapas agar pengunjung dapat lebih mudah melihat serta mengetahui tata cara kunjungan ke Lapas.  Setiap kunjungan tidak dipungut biaya.

“Ini merupakan salah satu program kita untuk meningkatkan keamanan disini (Lapas,red). Dan ini sengaja kita rencanakan untuk tempat pengunjung sebelum masuk kedalam lapas. Sekalian untuk mengawas pembesuk serta barang bawaaannya,” kata Surianto.

Ditempat terpisah, Maria, salah satu pengunjung yang hadir merespon baik dengan adanya gedung layanan kunjungan ini. Apalagi sistemnya sudah sangat canggih.

“Layanannya bagus dan transparan. Dulu kan masih disatukan didalam lapas. Kini sudah pisah gedung untuk para pembesuk,” katanya sambil membawa barang untuk saudaranya. (ded)

(Visited 2 times, 1 visits today)