Ikan di Keramba Warga Mati Mendadak

Ikan-ikan warga di bawah jembatan Kawal yang mati mendadak diduga karena paparan limbah. (ist)

Ikan-ikan warga di bawah jembatan Kawal yang mati mendadak diduga karena paparan limbah. (ist)

BINTAN (HK) – Ikan yang dipelihara di keramba milik warga di hulu sungai Jembatan Kawal mendadak banyak yang mati. Hal itu diduga akibat air sungai sudah terpapar limbah. Hanya saja, sumber limbah belum diketahui berasal dari mana.

Ikan-ikan yang dipelihara di dalam keramba milik warga itu dari berbagai jenis, mulai dari ikan kerapu, ikan lebam, ikan ungar atau kakap merah dan udang lobster.

Jafar, salah seorang warga menjelaskan, peristiwa ini sudah terlihat sejak Minggu (28/4) malam kemarin.

“Pagi ini (Senin-red) kita cek lagi ternyata memang benar ikan-ikan dalam keramba pada mati,” katanya, Senin (29/4) pagi.

Ia belum bisa memastikan penyebab matinya ikan-ikan peliharaan warga di bawah Jembatan Kawal tersebut. Hanya saja, tampak serbuk-serbuk berwarna keputihan yang menempel dekat tiang-tiang pelantar dipinggiran sungai

“Mungkin saja itu (serbuk putih diduga limbah) yang bikin ikan disini pada mati,” tukasnya.

Sebelum ditemukannya serbuk-serbuk putih yang belum teridentifikasi jenis limbahnya berasal darimana, sempat mencuat kabar kematian ikan-ikan warga ditengarai karena jenis pakan.

Hanya saja, selama ini jenis pakan ikan yang digunakan warga tetap sama dan baru kali ini kejadian ikan mati secara massal terjadi. Selain itu, pemikiran warga soal penyebab kematian ikan karena paparan limbah di air sungai diperkuat dengan temuan ikan-ikan diluar keramba yang ikutan mati.

“Kita berharap masalah ini segera diketahui,” ungkap Jafar.

Ia bersama warga lainnya mengaku mengalami kerugian besar akibat kejadian itu. Dikatakanya, dia juga sudah melapor ke UPT Perikanan setempat.

Sementara itu, Plt Camat Gunung Kijang Arif Sumarsono menjelaskan, hasil pemantauannya bersama tim di lapangan memang beberapa jenis ikan yang biasa hidup di aliran sungai tersebut ditemukan dalam kondisi mati.

“Ada biawak juga mati. Kami juga melihat ada serbuk-serbuk putih yang menempel di akar pohon bakau,” kata Arif dihubungi sambungan telpon.

Kemudian, warna air juga berubah agak kehijauan. Namun demikian, pihaknya belum bisa memperkirakan asal muasal pencemaran diduga berbahan limbah yang membuat warga penambak ikan merugi.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan,” tukasnya. (oxy)

(Visited 11 times, 1 visits today)