Manajemen PT MOS Diperiksa Disnakertrans Kepri

HRD PT MOS Narsul Aswad saat diwawancarai wartawan usai menjalani pemeriksaan di Disnakretrans Kepri. ILHAM

HRD PT MOS Narsul Aswad saat diwawancarai wartawan usai menjalani pemeriksaan di Disnakretrans Kepri. ILHAM

KARIMUN (HK)-Nakhoda Kapal Succes Energy XXXII milik PT Soechi Lines Tbk, Alfroni yang kapalnya terbakar saat terjadi ledakan ketika dilakukan perbaikan di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Rabu (23/4) diperiksa penyidik Koordinator Penyelenggara Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah Kerja Kabupaten Karimun di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Senin (29/4) pagi.

Alfroni memenuhi panggilan penyidik pengawas Disnaker dan Transmigrasi Kepri sekitar pukul 10.00 WIB. Begitu sampai di kantor yang berada di belakang rumah dinas Bupati Karimun itu, sang nakhoda kapal langsung diperiksa penyidik, Ria Isweti. Sementara, dua ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kapal Succes Energy XXXII juga dimintai keterangan.

Bukan hanya dari kalangan nakhoda dan ahli K3 kapal, Pengawasan Tenaga Kerja Kepri juga memanggil pihak manajemen PT MOS yang diwakili Bagian Humas Resources Department (HRD), Nasrul Aswad. Nasrul yang datang sekitar pukul 13.30 WIB tersebut didampingi stafnya PT MOS.

Koordinator Penyelenggara Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah Kerja Kabupaten Karimun di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Mujarab Mustafa mengatakan, pemeriksaan terhadap nakhoda kapal dan ahli K3 kapal Succes Energy XXXII yang dilakukannya setelah polisi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan.

“Kasus ini terlebih dahulu ditangani pihak kepolisian. Kami melakukan koordinasi, ternyata pihak kepolisian melakukan pemeriksaan saat kejadian, dan tidak mungkin kami melakukan pemeriksaan pada saat bersamaan. Makanya, hari ini kami juga memanggil pihak PT MOS,” ungkap Mujarab Mustafa.

Mujarab menyebut, Pemkab Karimun harus bisa mengambil sikap tegas terkait kecelakaan kerja beruntun yang terjadi di PT MOS. Jika pada saat meledaknya airbag pada November 2018 lalu, Pemkab Karimun telah melayangkan teguran, harusnya teguran itu ditindaklanjuti jangan sampai kejadian serupa terulang kembali.

“Dulu sewaktu airbag meledak dan terjadi beberapa korban luka-luka, Pemkab Karimun telah mengeluarkan surat teguran kepada PT MOS. Saya sudah sampaikan ke Pemkab Karimun, kalau sudah ada surat teguran harus ditindaklanjuti. Biar sama-sama di back up. Namun, sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya sama sekali,” tuturnya.

Sementara, HRD PT MOS, Nasrul Aswad usai memenuhi panggilan pengawas Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri, membantah kalau pekerja tidak dilengkapi safety (alat pelindung keselamatan kerja). Menurut dia, seluruh karyawan yang bekerja sudah dilengkapi safety sebelum melakukan aktivitas kerja.

“Soal korban, sudah kita tangani. Mereka sudah dilakukan tindakan medis. Kalau untuk K3 sudah mantap. Apa penyebab kejadian itu, kita belum tahu. Sebelum kerja, kita sudah cek semua, safety sudah jalan. Namanya kecelakaan siapa yang mau. Sebagus apapun mobil kita juga bisa kecelakaan,” ujarnya.

Nasrul menyebut, jika memang ada yang berasumsi kalau K3 di PT MOS tidak beres, tentu saja pemerintah daerah sudah turun duluan. Dia  belum mau memberikan penejelasan panjang lebar karena saat ini kasus itu sedang ditangani pihak kepolisian dan pengawas Disnakretrans Kepri. (ham)