PT Tiancheng Diduga Buang Limbah B3 Sembarangan

Suasana di dalam PT Tiancheng New Material Technologi (TNMT). (noviwandra/haluankepri.com)

Suasana di dalam PT Tiancheng New Material Technologi (TNMT). (noviwandra/haluankepri.com)

BATAM (HK) – PT Tiancheng New Material Technologi (TNMT) perusahaan pengolahan limbah bahan plastik, yang beralamat di Jalan Raya Brigjen Katamso, di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Diduga membuang limbah Berbau, Berbahaya dan Beracun (B3) dengan sembarangan.

Akibatnya, banyak ikan yang ada dalam parit air pembuangan perusahaan itu mati terpapar bahan kimia dan silikon.

Selain itu, perusahaan yang sudah beroperasi sejak empat bulan lalu itu, selalu mengeluarkan bau atau aroma yang sangat menyengat, sehingga menyesakkan dada.

Andi, seorang warga di lingkungan perusahaan tersebut mengatakan, awalnya warga tidak tahu PT Tiancheng bergerak dalam bidang apa. Namun, setelah mecium bau yang tidak sedap, barulah diketahui jika perusahaan itu mengelola barang bekas dari plastik dan silikon.

“Kalau tidak salah, PT Tiancheng ini sudah tiga bulan beroperasi. Namun, warga tak tahu mereka bergerak di bidang apa dan berapa banyak karyawannya,” kata Andi, Jumat (26/4), sore.

Dikatakannya, pintu gerbang perusahaan itu selalu tertutup serta jarang orang yang keluar masuk, kecuali ada mobil kontainer dan mobil pribadi. Sehingga, tak ada yang mengenalnya.

“Kita tidak tahu kontainer itu membawa apa dan perusahaan melakukan pengolahan atau memproduksi barang apa. Yang pasti, setiap hari ada aroma berbau dari bahan kimia yang membuat dada sesak,” ungkap Andi.

Saat didatangi, perusahaan itu terlihat sepi dari luar gedung. Ketika diketuk, dari pintu besi depan perusahaan itu keluar seseorang dari pos penjagaan dan bertanya melalui lobang berukuran 20 cm x 15 cm.

“Ada apa? Mau cari siapa?” tanya dia dari balik lobang berbentuk kotak serta berjeruji.

Saat ditanya balik oleh awak media ini tentang perusahaan itu dan bergerak dibidang apa, dia menjawab, “Perusahaan pengolahan bahan plastik,” jawab orang itu dengan sikapnya kurang bersahabat.

Saat dilongok ke dalam, terlihat ada beberapa mobil pribadi, lori, kontainer, tumpukan drom plastik, serta tumpukan karung karung plastik yang berserakan, dengan aroma yang tajam.

Sementara itu, pihak Bapelda Batam, Ipey, mengatakan, kasus limbah B3 di PT Tiancheng sedang dalam penanganannya secara intensif.

“Iya, PT Tiancheng itu ada masalah terhadap pencemaran lingkungan. Sehingga, Bapelda akan turun untuk menanganinya atas laporan masyarakat beberapa hari lalu,” kata Ipey, Minggu (28/4), siang.

Besok, ucapnya, Senin dan Selasa, pihaknya akan mendatangi perusahaan tersebut, untuk Sidak dan melakukan pengecekan kegiatan mereka secara menyeluruh.

“Sepertinya, mereka tak memiliki izin sama sekali. Sehingga harus ditangani sesuai aturan yang ada, pungkasnya. (vnr)

(Visited 3 times, 1 visits today)