Ditjen Hubla Uji Petik Kapal Angkutan Lebaran di Karimun

DITJEN Hubla Uji Petik Kapal Angkutan Lebaran di Karimun.Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Tim Direktorat Perkapalan dan Kelautan Perhubungan Laut, Ditjen Hubla, Kementerian Perhubungan melakukan uji petik alat keselamatan kapal di sejumlah pelabuhan dalam wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Selasa (30/4).

  Pengecekan diawali di atas KMP Kundur, kapal Roro tujuan Karimun-Tanjungpinang. Kemudian, pengecekan berpindah ke KMP Kakap yang melayari rute Karimun-Selat Beliah. Dua kapal tersebut berada di Pelabuhan Roro, Parit Rampak. Selanjutnya, tim bergerak ke pelabuhan KPK melakukan pengecekan kapal pelabuhan antar pulau. Pengecekan berakhir di MV Dumai Express.

  Kasubdit Keselamatan Kapal Direktorat Perkapalan dan Kelautan Perhubungan Laut Ditjen Hubla, Capt Sidrotul Muntaha yang memimpin uji petik alat keselamatan kapal tersebut mengatakan, pada tahun ini dilakukan pengecekan kepada 16 pelabuhan di Indonesia. Sementara, di Karimun dilakukan pengecekan di tiga pelabuhan terhadap 5 kapal penumpang.

  “Untuk tahun ini, ada 16 pelabuhan yang dilakukan uji petik alat keselamatan kapal secara serentak sebelum lebaran. Tujuannya, untuk menjamin keselamatan kapal-kapal khususnya transportasi laut yang nantinya akan digunakan untuk angkutan lebaran,” ungkap Capt Sidrotul Muntaha.

  Kata Sidro, pengecekan yang dilakukan terkait alat keselamatan, khusus untuk kapal Roro di cek bagaimana pemuatan kendaraan. Karena, di Ditjen Perhubungan Laut sudah diatur terkait pemuatan kendaraan bagi kapal Roro. Selain itu, juga dicek kelengkapan alat keselamatan lain seperti life jacket. 

  Menurut dia, setelah melakukan pengecekan secara mendetail terhadap kapal laut yang menjadi angkutan lebaran di Karimun, seluruh kapal angkutan lebaran di Karimun laik untuk melakukan pelayaran. Saat pengecekan hanya ditemukan beberapa kekurangan minor namun masih bisa diperbaiki.

  “Temuan kami ini akan dilaporkan ke pusat untuk di evaluasi. Pada tanggal 24 Mei 2019, untuk kapal-kapal yang ditemukan adanya kekurangan yang sifatnya perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan, maka paling lambat pada tersebut sudah harus selesai. Jika pada tanggal itu tidak selesai, maka kita minta UPT untuk tidak mengikutkan kapal
itu sebagai angkutan lebaran,” sebutnya.

  Menurut dia, pengecekan uji petik alat keselamatan hanya memperbaiki kekurangan ringan. Kapal tidak harus sampai docking. Untuk kapal penumpang seperti Roro, docking nya selama 12 bulan. Dari hasil pengecekan, KMP Kakap harus naik dock pada November, sementara untuk KMP Kundur pada Mei nanti. Artinya, KMP Kundur tidak bisa digunakan untuk angkutan lebaran.

  Sidro menghimbau kepada seluruh pemilik kapal agar memenuhi standar keselamatan pelayaran. Menurutnya, pemerintah menjamin kelaiklautan kapal-kapal yang menjadi angkutan lebaran untuk berlayar.

Ia juga meminta kepada KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun nantinya untuk memasang himbauan keselamatan berlayar di masing-masing pelabuhan.(ham) 

(Visited 6 times, 1 visits today)