Wako “Negosiasi” Soal Pemadaman Bergilir dengan PLN

ilustrasi (internet)

TANJUNGPINANG (HK) – Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul akan mengambil langkah negosiasi terhadap rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanjungpinang untuk melakukan pemadaman listrik bergilir menjelang Ramadan 1440 H di ibukota Provinsi Kepri tersebut.

“Kita akan negoisasi dengan PLN, serta meminta kepada pihak PLN untuk menjelaskan ada permasalahan apa sehingga melakukan pemadaman listrik beberapa hari kedepan,” ungkap Syahrul saat dijumpai di Kantor KPU Kota Tanjungpinang, Selasa (30/4).

Syahrul menjelaskan, bahwa dari pertemuan terakhir dengan pihak PLN dalam audensi, menyatakan bahwa daya listrik khusus di Kota Tanjungpinang tidak ada masalah bahkan sueplus (kelebihan daya). Syahrul mengakui, setiap memasuki bulan puasa pasti akan ada pemadaman, hal ini yang perlu dijelaskan oleh pihak PLN.

“Saya juga baru dapat informasi pemadaman listrik ini, namun pihak PLN belum menyurati ke Pemko Tanjungpinang. Jadi kita tidak tahu ada kendala dan masalah apa, sehingga dilakukan pemadaman. Kita masih menunggu pihak PLN menyurati pemerintah kota,” terangnya.

Terpisah, Manager PLN Tanjungpinang Fauzan menyampaikan selama 9 hari kedepan akan mengalami pemadaman listrik bergilir. Mulai 29 April hingga 7 Mei 2019 Tanjungpinang. Pemadaman ini akan terjadi sehari sekali dengan durasi 3 jam.

Dijelaskannya, pemadaman bergilir terjadi disebabkan ada gangguan PLTU di Tanjung Kasam, Batam. Ia tidak menjelaskan secara detail gangguan seperti apa yang terjadi di PLTU Tanjung Kasam tersebut. Hanya saja PLN Tanjungpinang memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Namun kita tetap mengupayakan kalau bisa dua hari sekali saja terjadi pemadaman. Dengan ini kami memohon maaf agar selama periode ini masyarakat bisa menghemat pemakaian listrik,” pungkasnya. (rco)

(Visited 9 times, 1 visits today)