by

Diduga Korupsi, Kades Sawang Selatan Ditahan

KARIMUN (HK)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun menahan Sukiran, Kepala Desa Sawang Selatan, Kecamatan Kundur Barat, Kamis (2/5) terkait kasus dugaan korupsi dana desa selama kurun waktu 2016-2018. Kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan tersangka sekitar Rp252 juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun Andriansyah di ruang kerjanya mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan nomor: Print-01/N.10.12/Fd/04/2019. Sebelum ditahan, tersangka menjalani pemeriksaan oleh penyidik sejak pukul 08.00 WIB. Setelah menandatangani surat penahanan, sekitar pukul 13.00 WIB, tersangka resmi ditahan dan digiring ke Rutan Klas IIB Tanjungbalai Karimun.

“Kami telah melakukan penahanan terhadap Kepala Desa Sawang Selatan inisial S untu 20 hari ke depan terkait penyalahgunaan dana desa dari tahun 2016 sampai dengan 2018. Penetapan tersangka dan penahanan ini setelah kami memeriksa 15 saksi dan 1 ahli dari BPKP,” ungkap Andriansyah.

Kata Andri, dari keterangan saksi dan ahli BPKP, diketahui kerugian negara sebesar Rp252 juta. Berdasarkan pengakuan tersangka, uang sebesar itu dipinjam secara pribadi dan digunakan untuk keperluan pribadinya. Sebagian dana itu dibelikan untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar utangnya.

“Tersangka mengambil dana desa tersebut secara berangsur-angsur sejak tahun 2016 hingga 2018. Pada akhir tahun 2018, tersangka tidak mampu mengembalikan dana yang telah dipakai untuk kepentingan pribadinya itu. Sehingga, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada hari ini,” ujarnya.

Andri menyebut, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan membuat memo kepada bendahara untuk mencairkan uang tersebut. Pencairan itu dilakukan secara bertahap, mulai dari Rp90 jutaan pada 2016, ada juga Rp50 jutaan. Kemudian, tahun 2017 dicairkan lagi sebesar Rp180 jutaan hingga akhir 2018 dengan total Rp252 juta. Dana tersebut disimpan dalam satu rekening atas nama Desa Sawang Selatan.

“Dana tersebut dikelola oleh kepala desa dan bendahara. Pada saat pencairan, harus ada tandatangan kepala desa dan bendahara. Pada saat pengambilan dana desa, tersangka mengaku hanya meminjam. Namun, pada akhir tahun 2018, ternyata tersangka tidak mampu mempertanggungjawabkan dana yang dipakainya itu,” terang Andri.

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi dan temuan tim Kejari Karimun pada awal Januari 2019. Informasi awal tersebut kemudian dikembangkan dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), masih pada bulan yang sama kasus tersebut kemudian ditingkatkan menjadi penyelidikan bahkan penyidikan.

“Sebenarnya kami sudah melakukan pulbaket kasus ini sejak Januari 2019, bulan itu juga langsung dinaikkan jadi penyelidikan. Kepala desa tersebut sebenarnya sudah ditetapkan menjadi tersangka pada Februari 2019. Namun, karena menjelang pemilu, maka tersangka resmi ditahan hari ini,” tuturnya.

Andriansyah mengatakan, alasan penahanan tersangka dikhawatirkan tersangka bakal melarikan diri. Sebab, posisi Desa Sawang Selatan tempat tinggal tersangka berada di pulau lain. Karena melihat kondisi teritorial Karimun yang terdiri dari pulau-pulau. Sehingga, tidak bisa mengontrol 24 jam. Juga dikhawatirkan barang bukti bakal hilang. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed