Tergiur Rp5 Juta, Kakek Nekat Bawa Sabu

Anggota Satres Narkoba Polres Bintan saat menangkap SY (51), Kamis (2/5) malam lalu. (ist)

Anggota Satres Narkoba Polres Bintan saat menangkap SY (51), Kamis (2/5) malam lalu. (ist)

BINTAN (HK) – SY, seorang kakek berusia 51 tahun tak berkutik saat dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Bintan di sebuah kamar dekat Wisma Nusantara Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (2/5) pekan lalu.

SY yang ketika itu mengenakan sarung dan kaos dalam berwarna hitam tampak pasrah, ketika petugas menggeledah tas jinjing berwarna hitam, polisi menemukan paketan berisi butiran kristal diduga sabu-sabu dengan berat 485,34 gram.

Ia dan barang bukti pun dibawa ke Mapolres Bintan guna pemeriksaan lebih lanjut. SY mengaku dititipkan tas berisi kristal haram itu dari seorang pria berinisial IJ.

“Menurut keterangan SY, ia dititipkan tas yang berisi sabu-sabu untuk dibawa ke Surabaya. Dijanjikan upah Rp 5 juta dan apabila sudah sampai akan dihubungi oleh IJ untuk mengambil tas tersebut,” kata Kasat Narkoba Polres Bintan, AKP Nendra Madya Tias, Senin (6/5) siang.

Kini kakek tersebut dijebloskan kedalam sel tahanan Mapolres Bintan. Penyidik kata Nendra, memperkarakan dengan Pasal 114 ayat 2 sub 112 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Selain menangkap SY, Nendra membeberkan hasil operasi pada malam itu. Selain mengamankan SY, di lokasi berbeda anggotanya berhasil meringkus 2 orang pemuda yang membawa sabu-sabu.

Ia menceritakan, saat jajarannya melakukan operasi di wilayah Bintan Timur, ternyata ada laporan dari masyarakat bahwasanya dekat SMPN 17 Toapaya ada mobil Toyota Avanza mencurigakan.

“Anggota langsung cek kelapangan dan benar, ada dua orang yakni WRP (30) dan MY (31) didalam mobil itu. Setelah dilakukan penggeledahan anggota kami menemukan 3 paket sabu-sabu,” ujar Nendra.

Menurut pengakuan tersangka WRP, barang haram yang ditemukan polisi didalam tas miliknya serta bagian kabin mobil itu berasal dari Kabupaten Karimun. Selama ini, MY lah yang bertugas mengambil barang haram itu dari Karimun. “Pengakuannya sudah tiga kali sih melakukan itu,” kata Nendra.

Tiga paketan terdiri 1 paket kecil dan 2 paket besar yang ditemukan dalam penggerebekan itu, polisi memperkirakan berat barang bukti sabu-sabu yang diamankan mencapai 71,99 gram. Keduanya terancam penjara, Polisi menjerat keduanya dengan dugaan melanggar Pasal 114 ayat 2 sub 112 ayat 2 juncto Pasal 131 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (oxy)

(Visited 22 times, 1 visits today)