Gas Melon Langka, Harga Mencapai Rp25 Ribu

Ilustrasi, tabung gas melon ukuran 3 kilogram.Foto:net

SAGULUNG (HK) – Warga Sagulung mengeluhkan langka dan mahalnya harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di pangkalan hingga pengecer, Senin (6/5) pagi.

Amatan di lapangan, meski gas ada, harganya bisa melebihi dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah yaitu mencapai Rp25.000.

Padahal biasanya harga tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram di pangkalan dijual dengan harga Rp18.000. Sementara, harga di tingkat pengecer dijual dengan harga Rp25.000 bahkan ada yang mencapai Rp30.000.

Yanto, warga Perumahan Putri Hijau mengatakan, untuk mendapatkan satu tabung elpiji 3 kilogram, warga harus keliling Kelurahan Tembesi dan Sungai Langkai. Bahkan kalau pun masih ada gasnya harga selangit.

“Saya sudah datangi beberapa sejumlah pangkalan tapi semuanya kosong. Padahal sehari sebelum bulan puasa, gas didua pangkalan di Putri Hijau masih banyak. Eh tak lama itu sudah menghilang dari peredaran. Nah, begitu dapat hanya satu yang bisa dibeli. Itu pun harganya Rp25 ribu, dan terpaksa harus dibeli ketimbang gak masak di rumah,” katanya.

Sarma, warga Tembesi juga mengeluhkan gas melon yang tiba-tiba lenyap dari para pangkalan.

“Kalo dipangkalan sudah habis. Tapi di warung-warung malah ada dan harganya pun Rp25 ribu juga. Alasan pemilik warung sudah capek mondar-mandir cariin gas,” katanya meniru perkataan pemilik warung, siang kemarin.

Warga juga menyayangkan lemahnya mekanisme kontrol pemerintah dalam mengawasi distribusi elpiji 3 kilogram di pasaran apalagi dibulan-bulan puasa ini. Hinga menyebabkan barang subsidi tersebut tidak tepat sasaran.

Dengan hilangnya gas melon dari pangkalan, warga Sagulung pun meminta kepada pemerintah dalam hal ini Disperindag untuk mengawasi keberadaan gas dipangkalan dan terutama di warung-warung yang tak memiliki perijinan. (ded)

(Visited 1 times, 1 visits today)