Kemenag Kepri adakan Sosialisasi Reformasi Birokrasi

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, saat memberikan sambutannya. (ist)

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, saat memberikan sambutannya. (ist)

Senggarang (HK) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, mengatakan, reformasi birokrasi merupakan suatu upaya untuk mencapai Good Governance serta melakukan pembaharuan-pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business proses) dan sumber daya manusia (aparatur).

Hal itu disampaikan Kakanwil saat Kanwil Kemenag Kepri menyelenggarakan sosialisasi reformasi birokrasi, zona integritas dan agen perubahan yang diselenggarakan di aula Kanwil Kemenag Kepri di Tanjungpinang, Selasa (7/5).

Dijelaskan Kakanwil, sasaran dilakukannya reformasi birokrasi agar terciptanya pelayanan publik yang berkualitas, bersih dari KKN dan meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja.

Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat eselon III dan IV serta sejumlah pegawai sebagai peserta.

Sementara itu, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri, H. Abu Sufyan, dalam paparannya mengatakan, road map reformasi birokrasi terdiri dari 8 Area Perubahan yakni, Area 1, Manajemen Perubahan, Area 2, Penataan Peraturan Perundang-undangan, Area 3, Penataan dan Penguatan Organisasi, Area 4, Penataan Tatalaksana, Area 5, Penataan Sistem Manajemen SDM, Area 6, Penguatan Akuntabilitas, Area 7, Penguatan Pengawasan, dan Area 8, Pengingkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Dijelaskannya, sasaran reformasi birokrasi sesuai Road Map RB 2015 – 2019 yakni, a, birokrasi yang bersih dan akuntabel; b, birokrasi yang efektif dan efisien; dan, c, birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas.

Abu Sufyan juga mengungkapkan Road Map Reformasi Birokrasi yang disusun dan dilaksanakan setiap lima tahun sekali bertujuan untuk memberikan arah pelaksanakan reformasi birokrasi di K/L dan Pemda agar berjalan secara efektif, efisien, terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga, dan berkelanjutan.

Lalu, lanjutnya, faktor yang menjadi kunci dari keberhasilan RB ini adalah adanya sebuah Komitmen dari seluruh level manajemen, peningkatan serta pencapaian target yang berkesinambungan, perbaikan, evaluasi yang dilakukan secara terus menerus dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dilakukan secara konsisten.

“Langkah-langkah pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah mendapatkan komitmen pimpinan yang kuat; melibatkan seluruh pemangku kepentingan; membentuk Tim Reformasi Birokrasi; menetapkan Road Map (8 Area Perubahan); menerapkan manajemen berbasis kinerja; menginformasikan upaya dan hasil secara berkala, termasuk quick wins; melaksanakan Monev; dan, menindaklanjuti hasil Monev.

“Kedepannya agar Tim Reformasi Birokrasi yang sudah ditunjuk dengan SK Kakanwil Kemenag Kepri dapat bekerja dengan baik dan mulai terbiasa dengan mengumpulkan eviden setiap kegiatan yang dilaksanakan,” pungkas Abu Sufyan. (fhy/r)

(Visited 9 times, 1 visits today)