Dialog Lintas Agama Digelar di Batam

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA saat memberikan sambutannya. (ist)

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA saat memberikan sambutannya. (ist)

Batam (HK) – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menyelenggarakan Dialog Lintas Agama untuk tokoh-tokoh agama di Kepri. Kegiatan satu hari, Rabu (8/5) di Hotel Travelodge itu, dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA.

Dalam arahannya Kakanwil Kemenag Kepri mengungkapkan optimisme menjaga kerukunan menjadi nyata di Kepri karena hanya di daerah ini terdapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sampai tingkat kecamatan. Baru setelah itu di daerah lainnya melakukan hal yang sama.

Menurut Kakanwil, optimisme melestarikan kerukunan juga datang dari dilaunchingnya Pulau Kerukunan dan merupakan pilot project nasional karena baru di Kepri saja ada Pulau Kerukunan yang terdapat di Desa Sebong Pereh Bintan, Desa Pancur Lingga dan Desa Tanjung Batu Karimun.

“Di Kepri Riau sangat heterogen pemeluk umat beragamanya. Merupakan sesuatu yang harus disyukuri dan secara nasional kerukunan di Kepri menjadi tolak ukur kerukunan nasional. Setidaknya ada 2.408 pulau di Kepri yang pemeluk agamanya sangat heterogen,” kata Kakanwil.

“Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan dialog lintas agama di Kepri. Saya berharap forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan kerukunan umat beragama,” kata Kakanwil lagi.

Sementara itu, Kasubdit PKUB Kemenag RI, Lilis menyebutkan kerukunan merupakan program nasional. Pembangunan ditopang oleh satu unsur yang penting yakni kerukunan. FKUB selama ini sudah menunjukkan eksistensinya menjaga kerukunan. Indeks kerukunan secara nasional semakin naik.

“Secara nasional, Indonesia rukun. Kami mengucapkan terima kasih kepada actor-aktor kerukunan yang sudah menjaga kebhinekaan dan menjaga kerukunan. Kami mengapresiasi FKUB seluruh Indonesia yang sdauh bekerja keras meskipun anggaran terbatas,” kata Lilis.

“Namun saya yakinkan kami sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan DPR dan Bappenas agar anggaran kerukunan ditambah sehingga semakin memadai. Kami mengerti tatkala bantuan operasional Rp 50 juta untuk FKUB Kabupaten/Kota, sangat terbatas dan mungkin tidak cukup. Namun ketika harus memenuhi kebutuhan 520 Kabupaten/kota se Indonesia setidaknya kita sudah menghabiskan 2,7 milyar pertahun. Memang angka yang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan tugas untuk menjaga kerukunan yang menjadi komponen kerukunan nasional,” kata Lilis.

Kegiatan menghadirkan 60 orang peserta dari FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh ormas dengan narasumber Kakanwil Kemenag Kepri, Ketua FKUB Kepri, PKUB Kepri, dan professional. Dialog juga menampung berbagai aspirasi dari pengurus FKUB Kabupaten/Kota seperti yang disampaikan oleh Perdana, Pengurus FKUB Batam yang mengusulkan agar diselenggarakan penyuluh kerukunan yang menjadi ujung tombak untuk menenangkan umat beragama. (fhy/r)

(Visited 8 times, 1 visits today)