IBA Datangkan Investor Asal Taiwan

Rombongan Healthy Asia yang dipimpin oleh Prof. Duujian Tsai dan IBA saat ke RSBP Batam, Rabu (8/5). IST

Rombongan Healthy Asia yang dipimpin oleh Prof. Duujian Tsai dan IBA saat ke RSBP Batam, Rabu (8/5). IST

BATAM (HK) – International Business Association (IBA) datangkan investor asal Taiwan, Healthy Asia ke Batam, Rabu (8/5). Investor asal Taiwan tersebut bergerak di bidang medis.

Mereka mengunjungi dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit BP Batam (RSBP) dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang IBA Batam, Shan Shan mengatakan bahwa IBA merupakan salah satu organisasi atau wadah internasional yang menjembatani investor dan pelaku usaha untuk masuk ke Indonesia, yaitu dari negara Asia khususnya Asia Tenggara. Baik itu di bidang medis, industri, UKM, maupun bidang bisnis.

“Investor asal Taiwan itu adalah Profesor Healthy Asia, Duujian Tsai. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperluas pusat kolaborasi kami di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Rumah Sakit Sarjito di Yogyakarta ke wilayah ini yakni RSOB dan RSBK, karena kedua rumah sakit itu dinilai sosialnya sangat tinggi. Selain itu adalah untuk membantu peningkatan perekonomian daerah,” kata Shan Shan kepada awak media, Rabu (8/5) di Hotel Evitel.

Ia menambahkan, IBA menjadi jembatan bagi para investor serta pelaku usaha untuk dapat saling mengenal dan dapat bekerja sama. Selain itu, peran IBA adalah memperkenalkan Kota Batam kepada investor luar negeri.

“Kita mengajak para industri kreatif untuk joint bersama IBA agar apabila ada investor luar ingin masuk ke Kota Batam maka akan kita tawarkan kepada industri-industri kreatif yang sudah bergabung dengan IBA, karena IBA sudah mempunyai koneksi di berbagai bidang. Misalnya garmen, medical, food, property dan lainnya,” tutur Shan Shan.

Sementara itu, Healthy Asia yang dipimpin oleh Prof. Duujian Tsai mengatakan bahwa dia sudah lama bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan RS Sardjito untuk memajukan perkembangan medis di Indonesia.

“Kita secara signifikan mendukung pelatihan profesional, pendidikan bioetika, serta manajemen kesehatan,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa pihaknya nanti akan memberikan peluang pelatihan serta peningkatan kapasitas untuk rumah sakit mitra lokal seperti yang telah dilakukannya di UGM dan Rumah Sakit Sarjito di Yogyakarta. (cw64)

(Visited 17 times, 1 visits today)