Pemulung Tersengat Listrik Dimakamkan di Belawan

Korban saat ditemukan warga. (dedi/haluankepri.com)

Korban saat ditemukan warga. (dedi/haluankepri.com)

SAGULUNG (HK) – Rikson Hutahaean (41), pemulung yang tewas kesetrum tegangan listrik di belakang perumahan Taman Anugerah, kelurahan Tembesi, Sagulung, Selasa (7/5) pagi kemarin, akhirnya dibawa pulang ke halaman kampungnya di Belawan, Medan.

“Hari ini dibawa pulang oleh keluarganya ke kampung halamannya di Belawan,” kata kanit Reskrim Sagulung, Iptu Supardi, di ruang kerjanya, Kamis (9/5).

Ia juga mengatakan, korban dibawa ke kampungnya untuk dimakamkan disana oleh adiknya dan abangnya yang sengaja datang dari Banten. Korban itu juga tinggal dirumah temannya di ruli Putri 7 Batuaji.

“Korban itu disemayamkan di kampungnya di Belawan yang dibawa oleh adiknya dan abangnya yang datang dari Banten. Jadi korban ini tinggal bersama temannya di ruli Putri 7 Batuaji,” kata Kanit lagi.

Diketahui, Rikson kelahiran 14 Maret 1978 dan beralamat Secanang Lingkungan XI Belawan.

Sebelumnya, Rikson Hutahaean, seorang pemulung yang bertato ditemukan tewas ditengah jalan yang sedang diperbaiki, tepatnya di belakang perumahan Taman Anugerah, kelurahan Tembesi, Sagulung, Selasa (7/5) sekira pukul 07.30 WIB pagi.

Dari informasi, sebelum tewas, Rikson sempat keliling menggunakan motor becak dikomplek perumahan Taman Anugerah. Saat keliling, korban berjalan ke belakang perumahan tersebut.

Sampai disana, dia pun turun ditengah jalan hendak mengambil sling yang berada dipinggir parit. Saat menarik sling yang tak diketahui kena saluran listrik. Sontak ia pun kesetrum mengenai dibagian perutnya hingga terbujur kaku.(ded)

(Visited 6 times, 1 visits today)