Pelaku Jagal TKI Ditangkap Lagi Bawa Sabu dari Malaysia

KAPOLSEK Tebing, AKP Fia Agung Wibowo saat ekspose kasus narkoba didamingi Kasat Resnarkoba AKP Rayendra di Mapolsek Tebing, Jumat 10/5). Foto: Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Masih ingat dengan Nurdan alias Jordan (43), pelaku pembunuhan sadis terhadap 3 orang TKI di Malaysia dan memperkosa istri salah satu korban diatas boat pancungnya dalam perjalanan dari Malaysia ke Karimun pada 2013 lalu.

Pelaku yang pernah menjalani hukuman 6 penjara akhirnya bebas sekitar 3 bulan lalu. 

  Jordan yang dikenal sebagai “Jagal TKI” itu memperoleh pembebasan bersyarat (PB). Usai bebas, dia kembali dibekuk polisi di Karimun karena diduga membawa paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 251,40 gram dari Malaysia. Pelaku diamankan di Jalan Lingkar, Teluk Uma, Kecamatan Tebing (30/4) lalu.

  Kapolsek Tebing AKP Fian Agung Wibowo dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (10/5) siang mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait seseorang yang dicurigai membawa narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia yang melalui masuk melalui Kecamatan Tebing. Begitu menerima informasi, pihaknya langsung menuju lokasi boat pancung tersebut merapat.    

 “Begitu boat pancung tersebut bersandar, anggota langsung mendekati dan memerintahkan kepada tekong agar tetap ditempat. Begitu mendengar perintah anggota, tekong langsung melompat ke laut sambil memegang bungkusan plastik warna oranye,” ungkap Fian Agung Wibowo didampingi Kasat Resnarkoba AKP Rayendra Arga Prayana.

  Kata Fian, pelaku terus menyelam dan muncul di pinggir pantai kemudian berusaha kabur. Polisi yang melihat dia kabur segera mengejarnya. Terjadi perkelahian antara anggota Polsek Tebing dengan Jordan. Pelaku tetap berusaha kabur. Polisi kemudian melakukan tembakan peringatan namun tak diindahkan hingga kaki kanannya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

  Sementara, di dekat boat pancungnya, polisi melihat bungkusan plastik warna oranye muncul ke permukaan laut. Setelah diperiksa isinya ternyata narkotika jenisa sabu-sabu. Ketika diinterogasi, pelaku mengakui kalau narkotika tersebut memang miliknya yang dibawa dari Malaysia.

  “Pelaku mengakui kalau narkotika jenis sabu-sabu itu miliknya. Dia memperoleh sabu-sabu itu dari warga Malaysia inisial V yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pelaku juga sudah menjalani pengobatan secara medis di RSBT untuk mengobati luka di kakinya itu,” terang Fian.

  Fian juga mengakui, kalau tersangka merupakan mantan residivis terkait kasus pemerkosaan terhadap TKI asal Jambi diatas boat pancung dalam perjalanan pulang dari Malaysia ke Karimun pada 2013 lalu. Pemerkosaan juga berlanjut di rumahnya di RT/RW 01/01 Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing. Tersangka juga membunuh suami korban dan dua teman suaminya di Malaysia.

  “Tersangka merupakan residivis kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Kalau kasus pembunuhan locus nya kan berada di Malaysia, sementara kasus pemerkosaan di Karimun. Tersangka divonis sekitar 12 tahun dan menjalani hukuman selama 6 tahun, dia bebas sekitar 3 bulan yang lalu karena memperoleh pembebasan bersyarat,” jelasnya.

  Sementara, Kasat Resnarkoba Polres Karimun, AKP Rayendra Arga Prayana belum bisa memastikan status pelaku apakah pengedar atau hanya sebagai kurir. Pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Saat ini, pihaknya masih mengembangkan kasus itu dengan mengejar pemilik barang yang masih DPO. 

  Selain mengamankan pelaku dan barang bukti berupa sabu-sabu dan dua handphone jenis Nokia. Polisi juga menyita dua mesin boat pancung dengan kapasitas 40 PK merk Yamaha. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 dan subsider pasal 113 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

  Kasus pembunuhan 3 TKI di Malaysia dan memperkosa istri salah satu korban di Karimun oleh Jordan sempat mengebohkan warga Karimun pada 2013 silam. Bahkan, saat rekonstruksi kasus itu di Pantai Pak Imam, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral disaksikan ratusan masyarakat Karimun.(ham)

(Visited 18 times, 1 visits today)