RT Sei Jodoh Laporkan Dugaan Politik Uang Caleg Nasdem

Seorang jurnalis mendatangi kantor Bawaslu Batam guna memperoleh informasi adanya sejumlah RT melaporkan telah terjadi money politik, Jumat (10/5) sore. (ist)

Seorang jurnalis mendatangi kantor Bawaslu Batam guna memperoleh informasi adanya sejumlah RT melaporkan telah terjadi money politik, Jumat (10/5) sore. (ist)

BATAM (HK) – Sejumlah prangkat RT Sei Jodoh, Batuampar, melaporkan dugaan politik uang yang dilakukan oleh salah seorang Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Nasdem untuk Dapil Batam II (Bengkong dan Batuampar) DPRD Batam, dengan inisial AA.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh tiga pengurus RT Sei Jodoh, masing-masing benisial ES, S dan AS dengan mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), di Ruko Trinusa Jaya, Sei Tering, Batam Kota, Jumat (10/5) sore.

Diceritakan oleh ES, pada tanggal 15 April atau dua hari jelang pencoblosan Caleg AA memberikan uang sebesar Rp 200 juta dalam bentuk cek Bank Riau Kepri kepada para RT di Sei Jodoh, dan meminta agar diberikan 2.000 suara pada Pemihan Legislatif (Pileg) 17 April lalu.

“Melaporkan dugaan politik uang oleh Caleg AA, kami diberikan uang Rp200 juta untuk memenangkan beliau, namun suaranya tak sesuai perjanjian dan meminta uang dikembalikan,” ujar ES usai memberikan laporan.

Dijelaskan, ES bahwa hasil pencoblosan suara Caleg tak memenuhi target 2.000 di Sei Jodoh, tapi hanya mendapatkan 496 suara. Karenanya, dua hari setelah pencoblosan AA datang dan meminta uang Rp200 juta yang sudah diberikan kepada para RT dikembalikan.

Kemudian terjadi negosiasi, lanjut ES, dimana kemudian para RT menyanggupi mengembalikan Rp120 juta, dan saat ini sudah dikembalikan Rp 80 juta, sehingga sisanya Rp40 juta lagi yang belum dikembalikan.

“Rp80 juta sudah kami kembalikan, tinggal sisanya. Sebelum pengembalian selesai, kami menyampaikan laporan ke Bawaslu,” ujar ES lagi.

Sore ini juga laporan diterima, kata ES, hanya saja Bawaslu agar para pelapor untuk melengkapi berkas, seperti halnya bukti tmcek rekening, rekening koran dan lainnya dalam waktu tiga hari.

Menanggapi Laporan tersebut, Ketua Bawaslu Batam, Muhammad Reza Syailendra mengatakan telah menerima laporan yang dimaksud, karena sifatnya siapapun yang datang melapor asalkan berkaitan dengan pemilu akan diterima dan ditelusuri.

“Laporan yang masuk akan kita pelajari, dan akan kita ke Gakkumdu untuk diselesaikan,” ungkapnya.

Apalagi menurutnya, laporan yang masuk sudah teregister. Dan sesuai mekanisme yang ada setiap laporan yang masuk diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi berkas. (ays)

(Visited 16 times, 1 visits today)