Mudik Lebaran, Waspadai Tiket Palsu

Calon penumpang mulai memadati loket penjualan tiket kapal Pelni di Kantor cabang Tanjungpinang, Jum'at (10/5). (okialexander/haluankepri.com)

Calon penumpang mulai memadati loket penjualan tiket kapal Pelni di Kantor cabang Tanjungpinang, Jum'at (10/5). (okialexander/haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Menjelang mudik lebaran, Kantor PT Pelni di Km 5 atas Tanjungpinang mulai sibuk melayani masyarakat yang membeli tiket. Selain dijual secara online, Pelni juga melayani pembelian secara langsung di loket kantor PT Pelni.

Jumlah penumpang yang dibatasi dengan tempat duduk (seat) kali ini, membuat tiket pelni jadi rebutan.

Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan, soal keberadaan tiket palsu. Kepala cabang Kantor Pelni Tanjungpinang, Safran mengimbau agar masyarakat tak membeli tiket diluar ketentuan seperti membeli kepada calo-calo.

“Karena kami khawatirkan itu tiket palsu. Nanti dibeli dengan harga mahal ternyata tidak bisa naik ke kapal karena tiketnya palsu,” kata Safran ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (10/5).

Tiket asli yang diterbitkan Pelni kata Safran, memiliki barcode yang memuat identitas calon penumpang sesuai dengan identitas KTP.

“Makanya kita hanya melayani pembelian tiket kalau ada KTP saja. Jadi pas di terminal penumpang, ketika mau masuk ke kapal scan barcode disesuaikan dengan KTP nya,” timpalnya.

Ia menjelaskan, kapasitas kapal semacam KM Umsini memiliki kapasitas penumpang sebanyak 2.000 penumpang, sedangkan sekelas KM Bukit Raya memiliki kapasitas sebanyak 1.000 penumpang.

“Ya kami menghimbau supaya membeli tiket kapal itu jau-jauh hari. Karena dengan sistem pembelian secara online ini, semua orang bisa mendapatkan tiket darimana pun,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, kalau KM Bukit Raya yang melayani rute Tanjungpinang-Anambas saat ini memang sedang tidak beroperasi. Lantaran kapal tersebut sedang masa perbaikan di Tanjungpriok. PT Pelni kata Safran, menyebutkan kapal tersebut akan berlayar dari Tanjung Priok-Tanjungpinang pada 23 Mei nanti.

“Saya tunggu inploy-nya dulu baru kita umumkan kepada masyarakat,” timpalnya.

Terkait kosongnya tiket untuk pelayaran tujuan Tarempa Anambas diakui salah seorang calon penumpang, Sariana (27). Ia mengaku kalau di loket tidak menjual tiket kapal Pelni tujuan Anambas.

“Info dari petugas katanya kapal baru masuk tanggal 25 Mei. Itupun belum pasti,” kata dia didepan kantor Pelni cabang Tanjungpinang.

Menurut pengakuan, kekosongan ini baru tahun ini terjadi. Musim-musim mudik sebelumnya, tidak pernah ada kekosongan kapal seperti yang terjadi tahun ini.

Meski tidak ada pelayaran dengan kapal besar sekelas Bukit Raya, Sariana menerangkan masih ada pelayaran dengan menggunakan kapal cepat seperti kapal ferry. Hanya saja, harga tiketnya jauh lebih mahal.

“Sekitar Rp 450 ribu kalau tak salah, kalau kapal Pelni kan paling sekitar Rp 180 ribuan gitu,” sebutnya. (oxy)