Cegah Wabah Monkeypox, Dinkes Screening Para Turis Singapura

Kepala Dinkes Bintan, dr Gama Isnaeni. (haluankepri.com)

Kepala Dinkes Bintan, dr Gama Isnaeni. (haluankepri.com)

BINTAN (HK) – Kasus infeksi monkeypox atau cacar monyet yang menjangkiti seorang warga Nigeria yang tinggal di Singapura kini menjadi perhatian serius bagi beberapa negara terutama di Indonesia.

Tingginya kunjungan turis dari Singapura ke Indonesia melalui pintu masuk Bintan seperti lewat Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan harus bekerja ekstra. Sebab, penyakit ini bisa menjadi wabah jika tidak segera dicegah.

“Kita berkoordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk menscreening setiap penumpang yang masuk dari Singapura. Kalau kedapatan bergejala akan di observasi lanjutan sama kita,” terang Kepala Dinkes Bintan, dr Gama Isnaeni saat dihubungi, Minggu (12/5) siang.

Monkeypox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus, ditularkan ke manusia dari hewan terutama di Afrika tengah dan barat. Proses perpindahan virus terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus.

Penularan dari manusia ke manusia, dapat terjadi karena adanya kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan penderita. Selain itu, bisa pula disebabkan karena terkontaminasi oleh cairan pasien yang terinfeksi.

Gejala monkeypox termasuk di antaranya adalah demam, sakit, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam kulit. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian dalam beberapa kasus.

“Kita tetap waspadai, untuk sementara berita yang kita dengar memang ada yang terjangkit di Singapura. Makanya kita lakukan screening kepada turis yang masuk khususnya dari Singapura,” timpal Gama. (oxy)