Anambas Harus Optimalkan Potensi Wisata

BUPATI i KKA Foto bersama usai rapat koordinasi dan sinkronisasi terhadap penegasan batas daerah, penentuan batas laut dan darat dalam rangka peningkatan Dana Alokasi Umum KKA, di Aula Siantan Nur, Selasa (14/5).Foto:Yudi/Haluan Kepri

ANAMBAS(HK)-Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) harus mengoptimalkan potensi pariwisata yang akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pasalnya dengan dengan tidak adanya kewenangan kabupaten untuk mengelola laut membuat Kabupaten termuda di Provinsi Kepri tidak dapat berbuat banyak karena hanya memiliki daratan seluas 1 persen lebih saja.

“Sesuai dengan Undang Undang No 23 tahun 2014 0-12 Mil itu adalah kewenangan provinsi, tentu Anambas yang luasnya wilayahnya 98 persen adalah lautan semakin sulit,” Hal itu di kemukakan Bupati KKA Abdul Haris,SH pada rapat koordinasi dan sinkronisasi terhadap penegasan batas daerah, penentuan batas laut dan darat dalam rangka peningkatan Dana Alokasi Umum KKA, di Aula Siantan Nur, Selasa (14/5).

Ia mengaku tidak mempersoalkan hal itu, namun demikian yang menjadi kekhwatiran adalah persoalan laut ini tidak sesederhana yang dipikirkan, karena ada sejumlah persoalan seperti lalulintas yang sering kali terjadi pelanggaran di laut, eksploitasi terumbu karang dan lainnya.

“Apabila kita tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi, maka kita hanya dapat berkoordinasi apabila muncul suatu persoalan,’paparnya.

Anambas lanjut Bupati, saat ini tidak dapat berbuat banyak, hal ini dikarenakan luas wilayah daratan Anambas hanya satu persen saja.

“Apabila saat ini pusat tidak memberi kepada kita maka akan gigit jari,” jelasnya.

Untunglah tambah dia, Anambas memiliki potensi wisata yang saat ini pelan tapi pasti telah memberikan manfaat. Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga potensi yang besar ini.

“Mari jaga potensi wisata daerah ini, untuk investor yang masuk harus dikawal, dibantu biarkan tumbuh dan berkembang. Pulau bawah contoh yang telah memberikan manfaat karena telah memberikan PAD Rp1 M lebih pertahunnya,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memelihara dengan baik potensi-potensi wisata yang ada. Karena pariwisata itu semakin di poles maka akan semakin indah.

“Ini modal berharga kita, tinggal bagaimana kita dapat merawat dan menjaganya untuk anak cucu kelak,” tutupnya.(yud)

(Visited 29 times, 1 visits today)