Emosi, Penyakit, dan Puasa

H. Erizal Abdullah

H. Erizal Abdullah

Oleh: Dr. H. Erizal Abdullah, MH, Kepala Kantor Kemenag Anambas

Dalam keseharian kita, kadang terpancing untuk emosi bahkan sampai tidak terkendali. Contoh, saat lelah, anak-anak mengganggu kita dengan keributan diantara mereka. Ada kalanya kata-kata kita tidak dihiraukan, keinginan kita tak terwujud, dan kejujuran kita dikhianati. Kemarahan memasuki seluruh sel tubuh kita dan tidak jarang sikap kita menjadi tidak terkendali.

Menyadari hal ini, Islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika emosi. Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah Saw agar manusia tidak mudah terpancing emosi. Diantaranya, beliau menjanjikan sabdanya yang sangat ringkas, “Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)

Seorang cendikiawan Muslim Ibnu Maskawaih berkata: “Berada dalam kapal yang dirampas ombak dahsyat dan ditelan gelombang laut lebih aku sukai daripada dikuasai kemarahan. Kenapa? karena Rasulullah SAW bersabda: Marah adalah kunci dari segala keburukan, marah itu merusak keimanan sebagaimana juga cuka merusak madu, sesungguhnya marah adalah percikan yang dinyalakan iblis di dalam hati anak Adam”.

Pengendalian emosional adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Amarah atau marah/emosi bisa memakan sumber daya yang baik dari tubuh dan membuat kita kekurangan energi. Ada delapan efek negatif dari marah pada kesehatan tubuh kita, pertama, stress. Setelah kemarahan kita mereda, kita akan mengalami stress dan stress dapat menyebabkan penyakit serius seperti diabetes, depresi,tekanan darah tinggi dan jantung.

Kedua, penyakit jantung. Kemarahan dapat memicu debaran jantung lebih cepat. Jika kita marah detak jantung akan terus meningkat dan akhirnya rentan terserang stroke.

Ketiga, gangguan tidur. Ketika marah hormon akan bergejolak di dalam tubuh kita, itulah mengapa resiko kesehatan terburuk dari kemarahan adalah gangguan tidur. Jika tubuh kita tidak mendapatkan istirahat maka akan menjadi sasaran empuk bagi banyak penyakit. Sulit tidur bahkan dapat membuat gila.

Keempat, tekanan darah tinggi. Memang banyak hal yang bisa membuat tekanan darah tinggi, tetapi salah satunya adalah kemarahan yang menjadi penyebabnya. Ketika kita marah, tekanan darah akan meningkat, hal ini bisa menyebabkan banyak kerusakan pada jantung kita.

Kelima, masalah pada pernapasan. Marah juga dapat menyebabkan gangguan pada pernapasan seperti asma. Seorang akan merasa sulit bernapas ketika ia marah, kemarahan juga dapat memicu serangan asma dan membuat nafas terengah-engah.

Enam, sakit kepala. Ketika kita marah pembuluh darah di otak akan berdenyut liar. hal ini dapat memicu rasa sakit kepala.

Tujuh, serangan jantung. Sering terjadi jika seseorang menjadi sangat emosional.

Delapan, strok otak. ini terjadi ketika satu atau lebih pembuluh darah di otak pecah, hal ini dapat terjadi ketika kemarahan membuat tekanan darah kita naik sangat tinggi. Stroke dapat membunuh atau melumpuhkan kita.

Dampak lain dari marah adalah bagi orang dijadikan sasaran marah, sakit dihatinya “sakitnya tuh disini” sulit untuk dihilangkan.

Ada beberapa tips yang diajarkan Agama untuk mengendalikan emosi ini. satu, memohon perlindungan Allah. Dua, diam dan jaga lisan. Tiga, mengambil posisi lebih rendah. Empat, segera berwudhu dan mandi.

Agama mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dan orang yang sabar dicintai Allah Swt. Mari kita jadikan bulan ramadhan ini lebih ketat lagi menjaga emosi, demi menjaga kesempurnaan ibadah puasa, demi menghindari segala yang menyakiti orang lain yang menyebabkan fitnah, permusuhan dan perpecahan.

Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda, yang artinya: “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani). Wallahualam bishawab.*

(Visited 30 times, 1 visits today)