Jenazah Bayi Kembar Dimakamkan di TPU Sei Temiang

ilustrasi (internet)

ilustrasi (internet)

BATUAJI (HK) – Setelah selesai diotopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, jenazah bayi kembar laki dan perempuan yang dilahirkan di sebuah kamar di kawasan Batuaji, langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Sei Temiang, Rabu (15/5) sore.

“Bayi itu sudah dimakamkan oleh keluarga perempuan di TPU Sei Temiang,” kata Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Melki Sihombing, Kamis (16/5).

Waktu pemakaman itu, Nilu, sang ibu bayi tidak bisa datang karena fisiknya masih lemah. Hanya pihak keluarga perempuan bersama anggota Dokkes Polda Kepri dan anggota Polsek Batuaji ikut mengiringi pemakaman tersebut.

“Ibunya si bayi masih dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam,” katanya lagi.

Sekarang, lanju Melki, pihak akan fokuskan penyelidikan selanjutnya.

“Pemeriksaan selanjutnya dilakukan menunggu Nilu Kentari pulih atau sehat dulu. Kita akan fokuskan sembari gelar perkaranya nanti,” terangnya.

Diberitakn sebelumnya, gadis 24 tahun ini nekat melahirkan bayi kembar dikamarnya di perumahan Permata Puri Blok A No 12 A, kelurahan Buliang, Batuaji, pada Selasa (14/5).

Bayi kembar jenis kelamin perempuan dan laki-laki itu tak bisa diselamatkan hingga meninggal dunia.

“Nilu belum bida dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe di ruang kerjanya, Rabu (15/7) siang.

Kata Kapolsek, menurut informasinya jika gadis yang berumur 24 tahun ini sudah berpacaran kepada pria berinisial RP. Bahkan diketahui juga kalau mereka berpacaran sudah berlangsung setahunan lebih.

Mirisnya lagi, setelah RP mengetahui jika pacarnya sedang hamil 3 bulan, RP pun malah langsung tak peduli lagi melainkan tak pernah lagi berkomunikasi alias hilang kontak. Bahkan kabur.

“Menurut informasinya setelah RP mengetahui pacarnya sedang hamil 3 bulan, RP pun malah tak peduli lagi alias hilang kontak,” katanya Kapolsek lagi.

Syafruddin juga mengatakan, gadis itu melahirkan dua kali, yang pertama sekitar jam 08.00 paginya. Kemudian yang kedua berkisar jam 11.00 WIB siangnya, pada Rabunya. Jadi diduga anaknya korban kondisinya lemah hingga tak tertolong lagi. (ded)