Irjen Andap Budhi Revianto, Sang Rising Star AKPOL 1988-B

Rinaldi Samjaya

Rinaldi Samjaya

Oleh: Rinaldi Samjaya, SE, MM, Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Wakil Ketua KADIN Batam, Wakil Ketua KONI Batam

Bagi banyak orang yang pernah berinteraksi dan berkomunikasi dengan Irjen Andap Budhi Revianto yang mulai menjabat Kapolda Kepri sejak Agustus 2018 lalu hingga sampai saat ini, diyakini sebagian besar memberikan penilaian bahwa sosok kapolda yang satu ini merupakan pribadi yang ramah, rendah hati, responsif, dan cerdas.

Irjen Andap Budhi Revianto ...
Irjen Andap Budhi Revianto

Berbekal profesionalisme dan sikap positif yang dimilikinya, sejauh ini Irjen Andap Budhi terbukti mampu mewujudkan Kamtibmas Kepri yang aman dan terkendali. Sinergitas antarkomponen dan instansi di Kepri terjalin dengan sangat baik. Hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan, juga berjalan dengan baik.

Bahkan, momentum pemilihan umum yang baru saja digelar, berhasil dilalui dengan kondisi Kamtibmas yang sangat aman. Nyaris tidak ada gangguan keamanan berarti selama pelaksanaan Pemilu di provinsi yang berbatasan dengan negara Singapura dan Malaysia ini.

Tidak dapat kita pungkiri, peran Irjen Andap, sangat sentral dan dominan dalam mewujudkan stabilitas keamanan di Kepri. Berbagai pola, program dan strategi dilakukan alumni AKPOL 1988-B ini, untuk mewujudkan Kepri yang kondusif.

Ada yang namanya program basembang bercerita Kamtibmas, yakni suatu konsep menampung atau belanja masalah langsung ke masyarakat. Kapolda, para pejabat utama dan seluruh kapolres di jajaran Polda Kepri, diharuskan turun ke lapangan guna mendengar keluhan masyarakat, kemudian harus segera dicarikan solusinya. Disini kehadiran polisi, benar-benar dirasakan masyarakat.

Kiprah Polda Kepri sejak di bawah kepemimpinan Irjen Andap Budhi Revianto juga dirasakan masyarakat dalam bentuk aksi sosial, aksi cepat tanggap bencana, berbagi dengan kaum dhuafa, memberikan pengobatan gratis kepada warga yang tidak mampu. Sudah tidak terhitung lagi jumlah warga tidak mampu yang mendapat bantuan pengobatan. Bahkan ada pengobatan warga yang dirujuk dan dibiayai sampai ke rumah sakit di Jakarta .

“Kita warga Batam, berterimakasih dan bangga atas tingginya kepedulian jajaran Polda Kepri dalam meringankan beban sesama. Bahkan yang membanggakan, Polda Kepri selalu menjadi pihak yang pertama dan terdepan memberikan sumbangsih kepada warga yang ditimpa bencana,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Batam, pasca musibah kebakaran yang menimpa kawasan Bengkong Aljabar bebeberapa waktu lalu.

Dibawah kepemimpinan Irjen Andap Budhi, Polisi di Kepri, tidak semata melakukan penegakan hukum dengan pola represif demi menjaga terciptanya Kamtibmas. Namun pendekatan social kemasyarakatan dan berbaur dengan masyarakat juga sangat menonjol dan hal ini menjadi point penting terhadap terpeliharanya stabilitas keamanan di Kepri hingga saat ini.

Kegiatan keagamaan di jajaran Polda Kepri juga semakin kental. Aksi turun ke masjid-masjid sembari melakukan kampanye Kamtibmas dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, adalah hal yang sering dilakukan Irjen Andap beserta jajaran. Bahkan tidak jarang, kapolda yang aktif bermedia sosial ini, bertindak sebagai imam sholat berjamaah.

“Bagi saya jabatan kapolda ini adalah amanah dari Allah SWT. Saya ingin, dengan jabatan yang diamanahkan, saya dapat berbuat terbaik dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Karena sebaik- baik manusia, adalah yang memberikan manfaat bagi orang banyak,” ujar Irjen Andap dalam suatu kesempatan.

Program olahraga bersepeda atau lebih tepat disebut sebagai “diplomasi gowes” ala Irjen Andap, dinilai juga merupakan terobosan positif. Program yang diselaraskan dengan hobi sang jendral bintang dua ini, terbukti mampu memberikan kesan positif terhadap Polda Kepri serta dapat menciptakan sinergitas yang baik antara Polda Kepri dengan segenap komponen yang ada di Kepri.

Tindakan tegas kepada pemilik sarana publik, seperti mall dan lainnya yang memungut biaya drop off kendaraan sebelum 15 menit juga dilakukan oleh Irjen Andap. Buah dari ketegasan Irjen Andap tersebut, saat ini warga Batam yang melakukan drop off atau menurunkan penumpang di bawah 15 menit, tidak lagi dipungut biaya oleh pengelola mall dan pusat keramaian.

Di internal Polda Kepri, Irjen Andap juga sangat proporsional dalam menerapkan reward dan punishment. Anggota yang melangar disiplin dan melanggar hukum, tidak segan-segan diberikan sanksi. Selanjutnya reward diberikan kepada mereka yang berprestasi.

Jabatan Kapolda Kepri bukan posisi kapolda pertama yang pernah diemban pria yang memiliki prinsip, bahagiakanlah ibu kita selagi masih hidup ini . Terhitung ada dua jabatan kapolda sebelumnya yang pernah diembannya, yakni Kapolda Sultra serta Kapolda Maluku. Dan tidak banyak para petinggi Polri di republik ini yang sepanjang karier kedinasannya, berkesempatan menempati posisi tiga kapolda berbeda.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan, Irjen Andap berkesempatan diberi amanah oleh petinggi Polri, menempati posisi Kapolda berkualifikasi A plus atau dengan kompleksitas permasalahan yang lebih besar, seperti Kapolda Jabar, Kapolda Jatim atau Kapolda Metro Jaya.

Karier pria kelahiran Jakarta 23 Juni 1966 ini juga sangat moncer. Terhitung pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kapolres Karawang, Dir Reskrim Polda Banten, Kabid Propam Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Utara, Dir Reskrimum Polda Sumut, Wadirtipidter Bareskrim Polri, Karopal Sarpras Polri, Kapolda Sultra, Kapolda Maluku dan saat ini menjabat sebagai Kapolda Kepri.

Jika dibandingkan dengan teman satu angkatannya, yakni AKPOL 1988-B, karier Irjen Andap Budhi terbilang membanggakan. Dari 200 an alumni angkatan yang dikenal dengan sebutan Adhi Pradana ini, sampai saat ini baru
tujuh orang yang berhasil meraih pangkat bintang dua. Dan belum satupun yang meraih posisi atau pangkat Komisaris Jendral. Mereka alumnus Adhi Pradana yang sampai saat ini berhasil meraih pangkat bintang dua adalah, Irjen Ricko Amelza (Kapolda Jateng), Irjen Yazid Fanani (Kapolda Kalsel), Irjen Priyo W (Kapolda Kaltim), Irjen Anang Revandoko (Kapolda Kalteng), Irjen Purwadi A (Kapolda Lampung) dan Irjen Andap Budhi Revianto (Kapolda Kepri).

Jika melihat sosok, prestasi serta segudang jabatan strategis yang pernah diembannya, tidak berlebihan memang, jika karier dari yunior Kapolri Jendral Tito Karnavian ini akan terus menanjak. Bahkan tidak menutup kemungkinan, diantara alumni AKPOL 1988-B, Andap Budhi berpeluang sebagai peraih pangkat Komjen pertama. Apalagi jika melihat masa kedinasannya yang masih sangat panjang, yakni 5 tahun kedepan.

Jika tidak ada aral melintang, posisi jendral bintang tiga akan dengan mudah dia gapai. Setidaknya ada enam posisi Komjen yang berpeluang diraihnya dalam waktu dekat, diantaranya jabatan inspektorat pengawasan umum, Kaba Intelkam, Kabaharkam, Kalemdiklat dan Kabareskrim. Namun, jika dilihat dari karier kepolisian Irjen Andap Budhi yang berpengalaman dan banyak menempati posisi reserse kriminal, maka jabatan Kabareskrim, merupakan posisi yang tepat dan cocok bagi ayah dua anak ini.

Akan menjadi suatu yang membanggakan tentunya, jika kapolda yang pernah menjabat di bumi Melayu ini dan pernah memberikan kontribusi dalam mewujudkan Provinsi Kepri yang aman, damai serta kondusif, mampu meraih jabatan strategis dan posisi puncak di Kepolisian RI, seperti yang pernah ditorehkan oleh mantan Kapolda Kepri sebelumnya, Jendral Sutarman. Semoga, doa segenap warga Kepri pasti selalu menyertai Irjen Andap, menuju puncak karier terbaik. Sukses buat sang rising star AKPOL 1988 B.***

(Visited 126 times, 1 visits today)