Diduga Bayi Kembarnya Dibenturkan

ilustrasi (internet)

ilustrasi (internet)

BATUAJI (HK) – Penyidik Polsek Batuaji terus mendalami kasus kematian dua bayi kembar. Bayi kembar jenis kelamin perempuan dan laki-laki yang dilahirkan Nilu Kentari (24) itu meninggal diduga ada unsur kesengajaan. Sebab begitu lahir, bayi kembar itu tak menangis.

“Ada ditemukan pendarahan dibagian otak kedua bayi,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe melalui Kanit Reskrim Iptu Melki Sihombing, di ruangannya, Rabu (22/5) siang.

Hasil pemeriksaan lanjutan, ternyata Nilu tak menyangka bayinya akan lahir dalam umur 7 bulan. Bahkan sebelum bayi itu dilahirkan, Nilu pun sempat komsumsi obat untuk aborsi atau disebut penggugur kandungan atau mempercepat lahiran, yang dibeli secara online.

“Sebenarnya Nilu itu tak berniat melahirkan, tapi ingin menggugurkan kandungannya dengan cara menelan obat aborsi,” terangnya.

Tapi nasip berkata lain, setelah mengkonsumsi obat aborsi yang dibeli secara online, kelahiran bayi semakin cepat. Akhirnya bayi lahir dengan kondisi hidup.

“Mungkin obat yang dikonsumsi Nilu sudah mulai bereaksi, sehingga ada dorongan dari dalam supaya bayi cepat keluar,” jelasnya.

Untuk memperkuat dugaan tersebut, penyidik Polsek Batuaji sudah menerima keterangan dari tetangga Nilu. Keterangan saksi mengatakan tidak mendengar adanya suara bayi saat Nilu lahiran.

Pantauan di Polsek Batuaji, Niluh masih dimintai keterangan oleh penyidik. Namun demikian, teman kerja Nilu sudah mendatangi Polsek Batuaji untuk membesuk Nilu.

“Iya, kami ingin besuk Nilu. Tapi jam besuk habis, rencana Kamis (23/05) sore kami ke sini lagi untuk besuk,” kata rekan kerja Nilu.

Dimata rekan kerjanya, Nilu merupakan pendiam dan tertutup. Namun orangnnya murah senyum. Rekan kerja Nilu pun tidak menyangka Nilu nekat berbuat hal itu.

“Itu yang kami sayangkan, harusnya Niluh jujur dengan keadaan yang ia alami. Tapi ia malah menutupinya,” ucap teman Nilu. (ded)

(Visited 1 times, 1 visits today)