Anggota Polres Karimun melaksanakan patroli guna mengantisipasi tindak kejahatan. ILHAM

Anggota Polres Karimun melaksanakan patroli guna mengantisipasi tindak kejahatan. ILHAM

Polres Tingkatkan Patroli Jelang Lebaran

KARIMUN (HK)-Polres Karimun meningkatkan patroli pengamanan menjelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah ini.

Patroli dilaksanakan selama 24 jam non stop. Mulai dari patroli patroli 3 dimensi (3D) yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, kemudian, patroli gang sempit (PGS) yang dimulai pukul 14.00 WIB-18.00 WIB dan patroli rayonisasi dari pukul 18.00 WIB-03.00 WIB.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya mengatakan, pihaknya melakukan patroli gang sempit yang dilakukan oleh masing masing Bhabinkamtibmas di setiap Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Karimun. Patroli ini memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan cara door to door.

“Patroli gang sempit ini dimulai sejak pukul 14.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB dengan sasaran memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang sifatnya door to door. Kemudian, kegiatan sambang kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama. Selanjutnya, patroli rayonisasi polsek yang dimulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dinihari,” ungkap Hengky Pramudya, Jumat (24/5) sore.

Dijelaskan, kegiatan rayonisasi 8 polsek ini dibagi menjadi 3 rayon. Rayon pertama, polsek di Pulau Karimun. Kemudian, polsek yang ada di pulau terdekat dari Pulau Karimun masuk rayon dua dan polsek lainnya yang masuk rayon tiga. Sasaran patroli ini mengantisipasi curat, curas dan curanmor.

“Selama satu hari atau 24 jam, kami melaksanakan patroli tiga dimensi. Tujuannya, agar bisa menyentuh ke masyarakat. Ini merupakan terobosan kreatif yang baru dan sudah kita paparkan di Polda Kepri. Polda menyambut positif gagasan ini dan mudah-mudahan diadopsi oleh polres-polres yang lain,” tuturnya.

Menurut dia, selama pelaksanaan patroli 3 dimensi, pihaknya juga melakukan pendataan rumah dan toko kosong yang ditinggalkan pemiliknya saat melakukan mudik ke kampung halaman. Rumah kosong tersebut merupakan objek atau sasaran pengawasan, bukan hanya dari polisi tapi juga masyarakat sekitar.

“Kami juga menerima titipan kendaraan dan kunci rumah warga yang melakukan mudik. Dengan begitu, secara tidak langsung mengetahui rumah atau toko mana yang memang sudah kosong ditinggalkan oleh pemiliknya. Jadi, bagi warga yang mau menitipkan kendaraan maupun kunci rumah silakan datangi kantor polisi terdekat,” ujar Hengky. (ham)