Januari-Maret 2019, Pertumbuhan Ekonomi Kepri Melambat

(ilustrasi)

(ilustrasi)

Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I-2019 sebesar 4,76 persen (yoy), atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,48 persen (yoy).

Kepala Perwakilan BI Kepri, Fadjar Majardi, Sabtu (25/5/2019) menyatakan, meskipun tercatat melambat, namun kinerja perekonomian masih mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Kepri tetap terjaga dalam fase peningkatan sejak pertengahan 2017.

Kepri sempat dalam kondisi perekonomian terburuk pada 2017, yang hanya mencapai sekitar 2 persen. Dan kemudian perlahan terus membaik hingga kini.

Menurut Fadjar, perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri akibat perilaku lihat dan tunggu dari berbagai pihak, terkait pelaksanaan pemilu 2019.

“Pertumbuhan yang melambat tidak terlepas dari pengaruh perilaku ‘wait and see’ serta dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global,” kata dia.

Dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2019 dipicu penurunan kinerja ekspor dan perlambatan investasi. Sedangkan kinerja konsumsi tetap tumbuh meningkat.

Ekspor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 5,96 persen (yoy) sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, terutama penurunan permintaan dari Singapura terhadap komoditas ekspor utama Kepri.

“Perkembangan ini turut berpengaruh pada perlambatan kegiatan investasi triwulan I 2019,” kata dia.

BI juga mencatat investasi Kepri hanya tumbuh 0,67 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018, sebesar 10,23 persen (yoy).

Sejalan dengan perkembangan tersebut, impor mengalami kontraksi terutama pada bahan baku dan barang modal sehingga tercatat tumbuh negatif 26,82 persen (yoy).

Sementara itu, kinerja konsumsi mengalami perbaikan dengan konsumsi rumah tangga yang tercatat meningkat mencapai 5,04 persen (yoy), dibandingkan triwulan lalu yang tumbuh sebesar 4,57 persen (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi triwulan I 2019 terjadi pada sektor konstruksi dan perdagangan, sementara pertambangan dan industri pengolahan tumbuh meningkat.

Lapangan usaha konstruksi pada triwulan I 2019 tumbuh melemah menjadi 2,27 persen (yoy) dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8,06 persen (yoy).

“Perkembangan ini juga tercermin pada kredit konstruksi yang tumbuh melambat sebesar 3,52 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,02 persen (yoy),” kata dia.*

(sumber: antarakepri.com)