by

Dewan Minta Camat Tingkatkan Pengelolaan Sampah

BATAM (HK) – Komisi III DPRD Kota Batam minta para camat agar meningkatkan sistem kerjanya terutama tentang pengelolaan sampah.

Sebab sampah masalah sering dikeluhkan keluhan masyarakat. Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri dan cuti bersama tahun ini.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat, ST menegaskan, pelayanan sampah itu tidak ada yang libur dan harus bekerja seperti biasanya. karena sampah setiap hari itu pasti ada terlebih lagi pada waktu lebaran. Itu semua adalah tanggung jawab dari pihak kecamatan.

“Untuk mekanismenya diserahkan kepada Kecamatan, mungkin bisa dengan cara bagi yang tidak merayakan hari raya atau non muslim maka itulah yang bekerja saat lebaran nanti dan kalau pada natal dan tahun baru, yang muslim standby,” ujar Rohaizat kepada Haluan Kepri, Jum’at (24/5) disela-sela RDP realisasi kegiatan triwulan pertama 2019 bersama Camat se Kota Batam di ruangan rapat Komisi III DPRD Kota Batam.

Lanjutnya, yang mengambil sampah ke rumah-rumah atau tempat sampah di pemukiman masyarakat itu adalah tugas kecamatan untuk membawanya ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan dari TPS ke Tempat Pembuangan akhir (TPA) maka itu tanggung jawab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Oleh karenanya diminta kepada pihak kecamatan agar memperhatikan dan meningkatkan pengelolaan sampah itu dan berkoordinasi dengan DLH agar tidak terjadi lagi permasalahn-permasalahan sampah itu seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Waktu sampah dikelola oleh DLH dulu, sampah pasti bersamalah terlebih saat hari raya dan natal tahun baru. Makanya untuk tahun ini agar permasalahan itu tidak tetjadi lagi,” kata Rohaizat.

Ditegaskannya, pihak kecamatan harus betul-betul mempersiapkan anggotanya dan disiasati agar jangan sampai terjadi nantinya sampah itu menumpuk di rumah-rumah warga dan sepanjang jalan Kota Batam, terutama yang didaerah perkotaan seperti Lubuk Baja dan daerah-daerah keramaian lainnya.

Kita akui semenjak sampah ditangani oleh pihak Kecamatan ada peningkatan dari sebelum-sebelumnya namun ini harus ditingkatkan lagi. Terkait adanya kendala-kendala bagi Kecamatan dalam pengelolaan sampah itu, yakni berupa alat atau kendaraan maka nantinya diusulkan saja pada anggran perubahan, komisi III DPRD Kota Batam akan mendukungnya.

“Bagi kecamatan yang kekurangan alat-alatnya, yakni seperti mobil, becak motor maka diharapkan untuk diusulkan pada anggran perubahan, namun jika tidak memungkinkan maka dianggran pada selanjutnya,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Amintas Tambunan yang selaku pimpinan rapat dalam RDP itu mengatakan bahwa dalam pelaksnaan program Pemberdayaan Masyarakat Percepatan Infrastruktur Kecamatan (PMPIK) dan persampahan yang dikelola oleh Kecamatan dan DLH ada beberapa kendala yang dihadapi.

Dalam hal pelaksanaan kegiatan program PMPIK dilaksanakan dengan baik, namun yang menjadi tantangannya ada beberapa kegiatan yang masih terlambat pelaksanaannya karena beberapa faktor yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Penambahan armada seperti dumtruck sama becak motor untuk memaksimalkan pelayanan persampahan di setiap Kecamatan dan termasuk dengan TPA yang sudah hampir penuh atau over capasity.

Khusus kecamatan Belakang Padang, pelayanannya terganggu karena kurangnya peralatan pendukung, seperti becak motor dan armada Termasuk mereka minta disediakan boat untuk mengangkut sampah dari hasil pasang surut air laut dan masalah PIK terganggu sedikit karena kondisi alam terkait pasang surut air.

“Pada Juli nanti akan ada rapat evaluasi triwulan kedua. Intinya dalam evaluasi triwulan I dan triwulan II menjadi bahan pertimbangan bagi komisi III untuk menyikapi usulan APBD Perubahan,” bebernya.

Sementara itu, Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto mengatan bahwa untuk pelayanan persampahan di Kecamatan Belakang Padang saat ini terkendala oleh aramada dan dia meminta melalui Komis III DPRD Kota agar tahun depan armada pengelolaan sampah di Belakang Padang di tambah.

“Kita minta penambahan armada itu yakni satu unit mobil pick up dan dua motor becak. Sebab di Belakang Padang itu sangat rentan dengan korosi dan TPA nya disitu dekat dengan bakau, hal itu menyebabkan kendaraan dan peralatan lebih cepat rusak,” ujarnya.(Cw64)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed