Hitungan Ramadhan, Kesedihan dan Kemenangan Orang Beriman

H. Abdurokhman,S.Ag

H. Abdurokhman,S.Ag

Oleh: H. Abdurokhman, S.Ag, Kasi Bimas Islam Kemenag Lingga

Ramadhan adalah bulan yang selalu diimpikan kedatangannya oleh setiap Muslim. Sebab, Ramadhan dipilih Allah SWT sebagai Sayyidussyuhur (penghulunya bulan) sehingga sebelum Ramdhan kita diajarkan dengan sebuah doa yang termashur “Allahumma Bariklana Fi Rojaba Wa Sya’ban Wa Ballighna Romadhona “ (Ya Allah, Berkahilah kami di bulan Rajab dan Bulan Sya’ban serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan).

Doa ini memberikan inspirasi kepada kita betapa Ramadhan sangat dirindukan kedatangannya. Kini kita telah berada di pengujung Ramadhan 1440 H. Mau tidak mau, Ramadhan akan meninggalkan kita dan semua orang yang beriman. Rasullah SAW bersabda, dari Abi Mas’ud al-Ghifari RA, berkata, aku mendengar Rasullah SAW, bersabda, “Seandainya hamba-hamba-Ku mengetahui apa yang dikandung oleh Ramadhan, niscaya mereka akan selalu mengharapkan agar dalam setahun itu dijadikan bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya)

Hadits ini menggambarkan pada kita, bagi orang yang beriman, sebagaimana yang telah Allah SWT panggil dalam permulaan surat Al Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana juga diwajibkan bagai orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”.

Ia menginginkan bahwa Ramadhan bukan hanya satu bulan tapi Ramadhan sebaliknya berlaku sampai satu tahun. Pertanyaannya, mengapa Ramadhan dirindukan dan kesedihan oleh orang-orang beriman? Ini karena Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa, sebagaimana sebuah hadits Rasullah SAW yang berbunyi yang artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda: “ Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketulusan semata-mata mengharap ridha Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dasanya yang telah lalu”. (HR. al-Bukhori,Muslim, dan Abu Daud)

Ramadhan adalah bulan amal yang pahala dilipatgandakan, sebagaimana dalam hadits Rasullah SAW yang artinya, “Dari Abu Hurairah RA. bahwasannya Rasullah SAW bersabda: “Allah SWT berfirman:” Setiap amal perbuatan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebajikan akan dilipatgandakan dari 10 hingga 700 kali lipat. Allah berkata: “Kecuali ibadah puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya”, Ia mengekang syahwat dan makanan demi Aku. Bagi orang yang berpuasa akan memperoleh dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang sedang berpuasa di sisi Allah lebih harum dibandingkan dengan wewanginan minyak misik.” (HR. Bukhori Muslim).

Ramadhan adalah bulan rahmat, bulan dimana bau mulutnya orang yang berpuasa disisi Allah lebih harum dibandingkan dengan minyak misik. Bulan dimana para malaikat memohonkan ampunan setiap hari dan setiap malam. Bulan dimana Allah SWT berikan surga, dan Bulan dimana umat manusia diberikan ampunan semuanya seperti dijelaskan dalam hadits: “Dari Jabir bin Abdillah RA. bahwasannya Rasullah SAW bersabda: “Di bulan Ramadhan, umatku dianugerahi 5 keutamaan yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelum aku, pertama, ketika malam pertama bulan Ramadhan, Allah SWT ”melihat“ (dengan pandangan rahmat) kepada mereka, dan barang siapa yang selalu “dilihat“ oleh Allah, maka ia tidak akan disiksa selama-lamanya. Kedua, bahwa mulut mereka (yang sedang berpuasa ) ketika dicium, maka baunya disisi Allah lebih wangi dibandingkan dengan minyak wangi misik. Ketiga, bahwa para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka setiap siang dan setiap malam. Keempat, bahwa Allah SWT, memerintahkan kepada surga-Nya seraya berkata: “Siapkanlah dan berhiaslah untuk para hamba-Ku yang beristirahat sejenak dari kesibukkan duniawi demi menuju rumahku dan kemuliaanKu. Kelima, ketika akhir Ramdhan, Allah SWT, mengampuni dosa mereka semua”. Lalu diantara sahabat ada yang bertanya: “Apakah itu malam lailatul Qadar?” beliau menjawab: “Tidak, apakah kamu tidak pernah melihat para pekerja? ketika mereka selesai dari pekerjaanya ia lalu diberi upah. (HR Al Baihaqi)

Bulan Ramadhan terdapat Malam Lailatul Qadar (Malam Seribu Bulan) sebagaimana diterangkan dalam Hadits yang artinya: “ Dari Aanas bin Malik RA, berkata: “Ketika masuk bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW, bersabda: “Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah mendatangi kalian, yang didalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan Terhalang daripadanya berarti terhalang kebaikan seluruhnya, dan tidak akan terhalang dari kebaikannya kecuali orang yang dihalangi (karena tidak serius menyambutnya) (HR.Ibnu Majah)

Hadits-hadits tersebut memberikan jawaban bahwa begitu banyak keistimewaan yang diberikan Allah SWT. Dan keutamaan Ramadhan sebagai bulan pilihan, bila umat Islam mengisinya dengan segala aktifitas ibadah, baik pemahaman ibadah mahdhoh ataupun ghairu mahdhoh, maka Allah SWT memberikan garansi pada hamba-hambanya yang beriman mendapatkan ampunan. Muaranya, sebagaimana meraka berdoa “Allahumma Innaka Affun Karim Tuhibbul Afwa Wa’fuanna, Nasalukal Jannata Wanaudzubika Minannar.. (Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencinta orang yang meminta maaf dan maafkanlah kami Ya Allah , aku mohon kepada-Mu pintu Surga dan dihindarkan dari api neraka).

Ini yang menjadikan hitungan Ramadhan menjadi kesedihan bagi orang-orang yang beriman karena sebentar lagi berpisah dengan Ramadhan yang dicintainya. Namun, dibalik kesedihan orang-orang yang beriman, mereka mendapatkan kebahagiaan karena mereka mendapatkan kemenangan dimana mereka dikembalikan ke fitrah memulai hari baru, menjemput 1 Syawal 1440 H/2019 M. menyambut dengan membesarkan Allah SWT dengan mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tasbih. Wallahua’lam Bishawab. ***