Puluhan Warga Tanjung Buntung Minta PPDB SMP 4 Batam Diulang

Puluhan warga Tanjung Buntung datangi SMPN4 Batam. DAMRI

Puluhan warga Tanjung Buntung datangi SMPN4 Batam. DAMRI

BATAM (HK) – Puluhan warga Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong protes dan kecewa hasil keputusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Batam.

Bahkan mereka meminta pelaksanaan PPDB di sekolah itu diulang kembali karena diduga tidak ada ketransparanan dan keadilan dari panitia dan pihak sekolah.

Nani, warga Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong meminta keadilan pada pihak SMPN 4 dan Dinas Pendidikan Kota Batam karena dia dan beberapa warga lainnya merasa terzolimi dalam pelaksanaan PPDB tahun ini.

“Kami tidak terima sistem penerimaan siswa di SMP 4 ini pak, pelaksanaannya tidak adil, karena ada tetangga saya yang hanya berbatasan dinding rumahnya dengan saya anaknya bisa diterima di SMP 4 ini dan kenapa anak saya tidak diterima,” ucap Nani kepada awak media, Senin (3/6/2019) siang di depan gerbang SMPN 4.

Lanjutnya, bahkan yang lebih lucunya lagi adalah jarak rumahnya dengan rumah tetangganya itu yang hanya berbatasan dinding saja sangat jauh berbeda dibuat oleh panitia PPDB di sekolah itu, yakni dibuat hingga ratusan meter.

Hal itu membuat Nani sangat kecewa, karena setelah dia menggunakan aplikasi google maps di HP-nya tidak sama dengan keputusan yang dibuat oleh panitia PPDB sekolah itu.

“Apa bedanya google maps kami dengan pihak sekolah atau dinas itu. Pokoknya kami minta PPDB ini diulang lagi, apa yang sudah dilakukan panitia ini dianggap gugur karena pelaksanaannya kacau,” tuturnya.

Warga perumahan Sarmen Raya, Kelurahan Tanjung Buntung, Loren Simarmata mengatakan akibat dari sistem penerapan sistem zonasi banyak anak-anak yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri. Faktanya, pembangunan sekolah di Batam ini belum merata.

“Mau sekolah kemana anak kami lagi, dalam zonasi itu hanya dua buah saja SMP yang negeri, yakni SMPN 4 dan SMPN 30, tapi kedua sekolah itu anak kami tidak ada yang diterima. Ini tidak ada ketransparan dari panitia pelaksana,” kata Loren.

Dijelaskan Loren, waktu dia mendaftarkan anaknya di SMPN 4 beberapa waktu lalu, panitia pelaksana mengatakan seandainya anaknya tidak diterima di SMPN 4 itu maka secara otomatis akan dipindahkan ke SMPN 30. Tapi, setelah pengemuman keluar, anaknya tetap tidak diterima.

“Kami jadi bingung kalau begini, sama siapa kami harus mengadu, pihak sekolah sudah pada libur semua. Kami sudah sejak hari Sabtu di sini, tapi tidak ada pihak sekolahnya. Kami tidak bisa terima seperti ini,” ungkap Loren.

Menurutnya, kalau alasannya tidak masuk zonasi dan yang bisa diterima itu hanya orang-orang yang dekat rumahnya dengan sekolah maka pemerintah harus bangun sekolah di kelurahannya.

“Rencana kami hari ini mau ke Dinas Pendidikan tapi kita dapat info orang dinas itu sudah libur. Jadi kami para orang tua kelurahan Tanjung Buntung yang anaknya tidak diterima di SMP4 ini akan datang bersama-sama ke kantor Dinas Pendidikan Kota Batam 10 Juni mendatang,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Nita, warga Bengkong Permai dekat RS Budi Rosari. Menurutnya, boleh saja sistem zonasi ini diterapkan namun harus adil dan sesuai yang sebenarnya. Kemudian diharapkan juga digunakan sistem nilai, jadi kalau itu ditetapkan maka masyarakat tidak akan komplen lagi.

“Anak saya berprestasi pak, nilanya 9 dan tidak bisa diterima di SMP4 ini, sekarang anak saya sudah murung di rumah, disuruh ngapa-ngapain dia tidak mau lagi karena teman-teman dia disebelah rumah diterima, padahal kami tetanggaan. Pokoknya kami akan berjuang terus hingga anak kami diterima,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMPN Batam, Desmizar saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan sistem penetapan zonasi itu sudah aturan menteri. Dia hanya menjalankan aturan yang sudah ada.

“Kenapa harus diributkan itu kan aturan menteri, dan kalau orang tu pergi mengadu ke Dinas Pendidikan, orang dinas sudah libur,” ujarnya melalui pesan selulernya. (cw64)

(Visited 91 times, 1 visits today)