Muhammadiyah Lobi agar Jokowi-Prabowo Rekonsiliasi

KETUA PP Muhammadiyah Haedar Nashir.Foto:detik.com

YOGYAKARTA (HK) – PP Muhammadiyah terus mengupayakan agar dua capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, segera bertemu untuk melakukan rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Lobi-lobi dilakukan ke sejumlah pihak untuk segera mewujudkan pertemuan Jokowi dengan Prabowo.

“Muhammadiyah terus melakukan kontak dengan berbagai pihak agar rekonsiliasi terjadi. Tapi kan kita selalu pendekatan kultural dan demokratis,” kata Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di sela acara syawalan di kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (5/6/2019).

“Kami percaya mereka (Jokowi dan Prabowo) juga punya kehendak yang sama. Mari para elite mendorong itu terjadi,” lanjut Haedar.

Haedar berharap pertemuan Jokowi dengan Prabowo bisa terlaksana sebelum keluarnya keputusan sengketa Pemilu 2019 yang diproses oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu agar situasi di lapisan masyarakat lebih cair saat MK mengumumkan hasilnya pada 28 Juni nanti.

“Mudah-mudahan pasca-Idul Fitri ini Pak Jokowi dan Pak Prabowo bisa bertemu, santai, silaturahim. Bisa menciptakan daya dorong buat warga masyarakat yang selama pilpres terbelah, jujur saja. Dan saya yakin dua-duanya juga punya jiwa kenegarawanan,” ujar Haedar.

“Seharusnya, kalau bisa, sebelum pengumuman MK, biar suasananya lebih cair,” lanjutnya.

Haedar tak menampik anggapan bahwa dorongan rekonsiliasi ini memang ada kendala, seperti aspek psikologis dan kondisi internal kedua belah pihak.

“Tapi kami percaya keduanya akan saling mendekat,” kata dia.

Di sisi lain, Haedar mengapresiasi pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam pemilu menempuh mekanisme hukum yang diatur undang-undang. Hal itu positif dalam dinamika politik.

“Sekarang ada hal positif, kita apresiasi semua pihak selesaikan sengketa ini lewat MK. Kita tinggal membantu lewat proses politik rekonsiliasi yang soft, tidak perlu gaduh. Saya yakin saatnya akan tiba,” ujarnya.

“Medsos dan media massa mari kita jadikan interaksi sosial digital menjadi media pencerdasan dan pencerahan serta menjadi instrumen untuk menjaga dan mewujudkan persatuan Indonesia,” pesan Haedar.(sumber:detik.com)

(Visited 21 times, 1 visits today)