Jukir Liar Resahkan Pengunjung di Jembatan Barelang

KARCIS yang digunakan juru parkir di Jembatan I Barelang.Foto:Dedy/Haluan Kepri

SAGULUNG (HK) – Pengunjung Jembatan I dan II Barelang resah menyusul juru parkir liar memungut paksa uang parkir.

Informasi yang didapat di lapangan, pungutan biaya parkir mencapai Rp5 sampai Rp10 ribu per kendaraan dianggap memberatkan karena tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan beroperasi dari sore hingga malam hari. 

Bahkan jukirnya memaksa jika pengunjung tak membayar uang karcis tersebut. Selain itu juga jukirnya tak mau pergi sebelum uang karcisnya dibayar.

Padahal, penertiban parkir liar di sekitar Jembatan Barelang itu sempat dilakukan beberapa waktu lalu, namun tak memberi efek jera bagi jukir tersebut. 

“Untuk sepeda motor ditarif Rp5 ribu. Ini terlalu memberatkan, padahal hanya berfoto dan duduk sebentar saja,” kata Ahmad, pengunjung Jembatan Barelang, Kamis (6/6) malam kemarin.

Hal senada diungkapkan Pijar, ia hanya ingin berlibur dan berfoto mengabadikan momen suasana lebaran dengan keluarganya. Namun jukir liar langsung menghampiri dan meminta membayar tarif parkir Rp10 ribu untuk mobil. 

“Hanya parkir sebentar sudah diminta Rp 10 ribu. Yang benar saja, belum lagi karcis yang diberikan terkesan asal buat saja,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, sebenarnya pengunjung sering mengeluhkan kondisi itu, namun belum ada tindakan yang berarti dari pihak terkait sebagai respon untuk meningkatkan minat wisatawan ke sana. Bahkan jukir itu sering muncul tiba dan selalu lepas dari pengawasan petugas.

Sementara saat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait keluhan pengunjung tersebut.(ded)

(Visited 27 times, 1 visits today)