Istri yang Ditikam Suami di Batam Trauma

ILUSTRASI, kekerasan terhadap perempuan.Foto:kompas.com

BATAM (HK) – LS, korban penganiayaan dengan pisau oleh suaminya, Hendri Adi alias Een (37) mengalami trauma.

Kapolsek Belakang Padang AKP Ulil Rahim mengataka, korban masih enggan ditemui orang lain, selain keluarga dekatnya.

“Kemarin korban memang sempat trauma kecil, namun belakangan sudah mau berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Untuk orang yang enggak dikenal, korban enggan berbicara,” kata Ulil melalui telepon, Sabtu (8/6/2019).

Korban yang tinggal bersama neneknya di Kampung Tanjung RT 003 RW 003 Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau ini juga belum mau dikunjungi orang lain.

Korban mengaku masih ketakutan karena berpikir orang lain yang datang merupakan teman atau suruhan suaminya. Kendati demikian, kondisi kesehatan korban terus membaik dan hari ini sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.

“Tapi masih menunggu kepastian dari dokter yang merawat korban. Jika memang benar-benar sudah sembuh dan sehat, hari ini korban sudah bisa pulang,” ujar Ulil.

Kepolisian saat ini masih mendalami motif pelaku menikam istrinya sendiri. Namun, dari hasil keterangan sementara, pelaku kesal karena istrinya cuek saat ia ingin meminta maaf dan mengajak rujuk.

Sebelumnya Polsek Belakang Padang mengamankan Hendri Adi alias Een (37), warga Pulau Sekanak RT 004 RW 004 Kel Sekanak Raya Kec Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau.

Hendri diamankan personel Polsek Belakang Padang setelah melukai istrinya menggunakan pisau dapur. Korban langsung dilarikan ke RSBP Batam untuk mendapatkan perawatan medis.

Pelaku dan korban memang sudah lama pisah ranjang, sehingga korban tinggal bersama neneknya di Kampung Tanjung.

Saat dipanggil oleh pelaku, korban menolak hingga akhirnya terjadi keributan dan adu mulut. Pelaku yang tidak terkontrol emosinya kemudian mengambil pisau dan melukai istrinya.(sumber:kompas.com)

(Visited 42 times, 1 visits today)