Anak Tak Diterima Sekolah, Warga Datangi Kantor Walikota Batam

(damri/haluankepri.com)

(damri/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Puluhan warga Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota mendatangi Kantor Walikota Batam pada, Senin (10/6/2019) untuk mengadu ke Walikota Batam, terkait tidak diterimanya anak mereka di SMPN 42 Batam.

Mereka memminta Walikota Batam, M Rudi, agar menyelesaikan persoalan itu. Soalnya, secara zonasi, mereka masuk dalam zonasi SMPN 42. Tapi, faktanya, anak-anak mereka tidak diterima.

Dalam kesempatan itu, mereka juga menilai, pelaksanaan PPDB di SMPN 42 tidak transparan.

Santi, salah seorang warga mengatakan, dia bersama orang tua murid datang ke kantor Walikota Batam meminta agar Walikota Batam membantu anaknya agar bisa masuk ke sekolah tersebut, karena sekolah itulah yang dekat dari tempat tinggalnya.

Selain itu, mereka juga kesal, sebab saat pendaftaran lalu, tidak ada masalah dengan data yang diberikan, namun saat pengumuman kelulusan, nama anak-anaknya tidak keluar.

“Kalau memang anak kami tidak bisa masuk SMPN 42, kenapa tidak disampaikan saat pendaftaran. Dan kenapa berkas anak kami diterima,” ujar Santi.

Dikatakannya, kalau memang PPDB pakai sistem zonasi, harus ada alternatif kedua buat masyarakat, yaitu sekolah negeri yang ada di kelurahan itu.

“Kalau anak kami tidak bisa diterima di SMPN 42, seharusnya anak kami diterima di SMPN 52 atau SMPN lainnya. Tapi, anak kami tidak diterima sama sekali. Jadi, mau sekolah dimana lagi pak?” ungkapnya.

Disampaikannya juga, mereka datang ke kantor Walikota Batam karena ada pengumuman di sekolah itu bahwa bagi siapa yang tidak puas dengan hasil PPDB maka silahkan datang ke kantor Walikota Batam.

“Kalau tidak ada pengumuman itu kami tidak akan datang kesini,” ungkapnya.

Senada juga dikatakan Rani, warga Perumahan Cendana, Batam Centre. Dia meminta Walikota Batam agar mencarikan solusi agar anaknya bisa diterima di sekolah negeri itu.

“Saya hanya mau anak saya sekolah di negeri, saya orang tidak mampu. Suami saya hanya tukang ojek, kalau sekolah di swasta mau dibayar pakai apa?” ucap Rani.

“Katanya sistem penerimaan siswa pakai zonasi, jarak rumah kami ke sekolah itu dekat, tapi tidak diterima. Sementara, orang yang jauh jaraknya diterima, mana keadilan itu?” ucapnya lagi.

Sementara itu juru bicara dari rombongan orang tua murid itu, Freddy Tanod, mengatakan, kedatangan mereka tidak diterima langsung oleh Walikota Batam, karena Walikota Batam sedang berada di luar kantor.

“Kami tadi diterima oleh asisten III Pemko Batam, Bapak Zarefriadi. Pak Zaref mengatakan dia tidak bisa mengambil keputusan. Namun, aspirasi kami diterimanya dan akan disampaikan ke Sekda, Wakil Walikota Batam dan Walikota Batam,” tutur Freddy.

Dikatakannya, kedatangan mereka ke kantor Walikota Batam itu bukan hanya sekedar hoax saja, tapi mereka mempunyai data orang-orang yang mendaftar di SMPN 42.

“Tadi Pak Zaref mengatakan saat ini Pemerintah Kota Batam akan menjalankan dulu aturan yang dari pemerintah pusat. Kalau nantinya ada masalah, maka akan dilanjutkan dengan kebijakan daerah,” jelas Freddy. (cw64)

(Visited 161 times, 1 visits today)