Cokelat Bisa Tingkatkan Kualitas Otak

(internet)

(internet)

Cokelat memiliki lebih dari 600 komponen rasa. Keunikannya ini yang bikin orang-orang ketagihan dibuatnya. Selain itu, cokelat juga mempengaruhi berbagai bagian dari tubuh, mulai dari kulit hingga otak.

Manfaat cokelat dimulai tepat setelah makan gigitan pertama, tutur Dr Lee Berk, PH, dekan dari Loma Linda University yang meneliti manfaat tentang cokelat.

“Studi tentang subjek manusia yang telah kami lakukan mengukur gelombang otak setelah makan hanya setengah bar ukuran standar atau 48 gram cokelat. Dalam jenis ini adalah cokelat hitam,” ujarnya dikutip dari Reader’s Digest.

Manfaat setelah gigitan pertama didapatkan berkat hormon serotonin dan dopamin yang meningkat ketika makan cokelat dan ternyata mampu mengubah suasana hati ketika kakao diserap dalam aliran darah yang menghasilkan kesenangan. cokelat mengandung phenylethylamine, sebuah senyawa yang disebut ‘obat cinta’ karena menciptakan gebrakan otak yang mirip dengan jatuh cinta.

Menurut ahli neurosurgeon, Darlene Mayo, MD, jenis manfaat yang diperoleh dari cokelat bisa berbeda tergantung jenisnya. cokelat hitam yang mengandung setidaknya 85 persen kakao secara khusus meningkatkan zat kimia di otak yang membuatmu merasa lebih baik, mengurangi kecemasan dan depresi.

Cokelat putih mampu meningkatkan tingkat dopamin di otak dan berbagai tingkatan cokelat lainnya juga memiliki manfaat yang baik untuk kecerdasan otak.

Selain itu, cokelat juga memiliki manfaat jangka panjang karena zat Flavonol dalam cokelat berperan dalam meningkatkan mood. Banyak manfaat kesehatan dari makan dalam jumlah sedang termasuk mengurangi peradangan, mengurangi gula darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat.

Dr Berk melanjutkan cokelat meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak kita, menghasilkan manfaat bagi perilaku dan daya ingat. Selain itu, mengonsumsi cokelat meningkatkan aliran darah ke otak, jantung, dan paru-paru, sehingga menurunkan tekanan darah, yang berlangsung selama dua jam dan berlanjut ketika Anda mengonsumsi cokelat secara berkala sepanjang hari.

“Bahkan menghambat enzim pencernaan, yang dapat membantu menurunkan berat badan dan mengurangi mengidam makanan, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian penelitian cokelat lainnya,” tambahnya.

Tapi bukan berarti hal ini menjadikanmu makan cokelat terus menerus. cokelat masih mengandung kalori, gula, dan lemak, dan terlalu banyak hal yang baik bisa menjadi hal yang buruk.*

(sumber: detikhealth.com)

(Visited 9 times, 1 visits today)